POJOKSATU.id, PHNOM PENH - Salah satu cabang olahraga unik dari segi namanya yang dipertandingkan di SEA Games 2023 adalah Vovinam.
Cabor ini menjadi ladang medali emas tuan rumah Kamboja pada SEA Games edisi ke-32 hingga Minggu (7/5) malam.
Kamboja sudah meraih enam medali emas dari cabor vovinam, lebih banyak dari Vietnam (3 medali emas) yang notabene asal olahraga bela diri tersebut.
Adapun Indonesia juga meraih medali emas dari cabor vovinam melalui Manik Trisna Dewi Wetan. Tiga medali perunggu juga diperoleh oleh kontingen Indonesia melalui olahraga vovinam.
Vivinam Olahraga Apa?
Vovinam merupakan olahraga bela diri asal Vietnam yang dipraktikkan dengan atau tanpa senjata.
BACA JUGA : SEA Games 2023: Gebuk Timor Leste 3-0, Indonesia Lolos Semifinal
Olahraga ini menggabungkan kekuatan fisik dan mental untuk menghadapi lawan, dan menggunakan teknik seperti pukulan tangan, siku, tendangan, menghindar, teknik kombinasi, dan senjata pedang atau pisau.
Vovinam pertama kali dipertandingkan dalam Asian Indoor Games pada 2009.
Dalam sejarahnya, kemunculan olahraga vovinam tidak terlepas dari perjuangan rakyat Vietnam melepaskan diri dari penjajahan Prancis.
Menurut Federasi Dunia Vovinam, Nguyen Loc seorang pemuda asal Desa Huu Bang, Distrik Thach That, Provinsi Son Tay, Vietnam merupakan sosok di balik olahraga tradisional ini.
Pada abad ke-19 awal, Vietnam tengah berjuang melawan penjajahan Prancis yang telah berlangsung selama 50 tahun.
BACA JUGA : Atlet Binaan PORBIN, Odekta Elvina Naibaho Sumbang Emas Bagi Indonesia di SEA Games 2023
Saat itu, kelompok revolusioner mendorong penduduk lokal, terutama anak muda, untuk melakukan kekerasan melawan Negara Barat tersebut.
Di saat yang sama, Prancis juga menebarkan teror, tekanan, dan tipu muslihat agar warga Vietnam tidak mendukung para pejuang dan mencegah perlawanan lebih luas.
Nguyen Loc yang pindah ke Hanoi, ibukota Vietnam, melihat peristiwa ini menghancurkan negara.
Ia mengutuk penjajah tapi tidak menyukai kekerasan yang dilakukan para pejuang.
Untuk itu, Nguyen Loc tergerak mempelajari berbagai seni bela diri dari seluruh penjuru negeri.
Ia mempelajari banyak bela diri tersebut untuk menggabungkan aspek-aspek yang sesuai dengan fisik orang Vietnam, yaitu kurus tapi cepat dan fleksibel.
BACA JUGA : Daftar Atlet Indonesia Peraih Medali Emas SEA Games 2023 Hari Ini
Akhirnya, pada 1938, Nguyen Loc berhasil menyempurnakan bela diri vovinam.
Setahun kemudian, ia membuka kelas pertamanya. Warga Vietnam terlihat antusias, salah satunya karena Prancis melarang adanya bela diri sepanjang 55 tahun terakhir.
Sejak 1940, vovinam menjadi olahraga populer yang diajarkan di seluruh Hanoi bagi semua kalangan masyarakat.
Bahkan ketika negaranya sudah merdeka, para atlet vovinam ikut menjadi petugas keamanan di Ibukota.
Setelah Nguyen Loc meninggal dunia pada 29 April 1960, vovinam menjadi bela diri yang menyimbolkan budaya Vietnam.
Kini olahraga vovinam semakin popular di seluruh dunia, termasuk di Eropa, Amerika, Australia, dan Prancis.
Disiplin Cabor Vovinam
Vovinam memiliki dua kategori kompetisi, yaitu pertarungan dan kombinasi teknik.
Bela diri ini terbagi menjadi tiga kelompok, yakni putra, putri, dan campuran.
Berikut daftar disiplin dari bela diri vovinam:
Putra
- Pertarungan 55 kg, 60 kg, 65 kg, 70 kg
- Pertunjukan Tunggal: Kombinasi Ngu Mon Quyen
- Pertunjukan Ganda: Kombinasi Lagu Luyen Ma Tau
- Pertunjukan Menyerang dengan Kaki
- Pertunjukan Multi-Wepon (1 putra melawan 3 putra)
- Teknik Serangan Kaki Pria
- Formasi Lima Gerbang Pria
- Formasi Ganda Pria Nomor 3
- Ganda Pria Formasi Golok
- Pertahanan Diri Pria Bersenjata
Putri
- Perjuangan 50 kg, 55 kg
- Pertunjukan Tunggal: Kombinasi Long-Ho Quyen
- Pertunjukan Ganda: Kombinasi Lagu Luyen Kiem
- Pertahanan Diri Perempuan (1 putri melawan 1 putra)
- Pertunjukan Multi-Wepon (1 putri melawan 3 putra)
- Formasi Pedang Ganda Wanita
- Formasi Naga Harimau Wanita
Campuran
- Campuran Senjata Pertahanan Diri
- Campuran Bela Diri bagi Wanita
Demikian informasi mengenai olahraga vovinam yang kini jadi ladang emas Kamboja di SEA Games 2023.
Editor: Jumaidil Halide

