POJOKSATU.id - Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, menunjukkan performa impresif di Moto3 Spanyol 2026, yang digelar di Sirkuit Jerez, Minggu (26/04/2026).

Start dari urutan 17, rider Honda Team Asia itu berhasil menembus posisi enam besar, mencatatkan prestasi positif bagi pembalap muda berusia 17 tahun itu.

Start Gemilang dan Performa Stabil

Begitu balapan dimulai, Veda Ega langsung melesat ke posisi 14.

“Saya fokus menjaga ritme dan mencoba terus memperbaiki posisi sejak lap pertama,” ujar Veda.

Baca Juga: Tempat Penitipan Anak Hanya 30 Persen Punya Izin Operasional, Kebutuhan di Indonesia Sangat Tinggi

Strategi awal ini membantunya menembus sepuluh besar saat pertengahan balapan.

Perlahan tapi pasti, Veda terus menekan catatan waktunya.

Pada beberapa lap berikutnya, ia berhasil masuk ke lima besar, bersaing ketat dengan para pembalap lain yang memiliki pengalaman lebih di sirkuit internasional.

Duel Sengit di Lap Terakhir

Ketegangan memuncak di lap terakhir ketika Veda bersaing ketat dengan Alvaro Carpe untuk posisi kelima.

Baca Juga: Kepala Daerah hingga Capres Idealnya Kader Partai Bukan Figur Instan atau Karbitan

Manuver Carpe akhirnya membuat Veda harus merosot ke posisi keenam.

Meski demikian, pembalap asal Gunung Kidul ini tetap menutup balapan dengan catatan memuaskan.

“Meski belum berhasil ke podium, saya bangga bisa menembus enam besar. Ini menjadi motivasi untuk balapan berikutnya,” ucap Veda usai balapan.

Hasil ini menjadi pencapaian yang patut diapresiasi mengingat posisi startnya yang cukup rendah.

Dominasi Pembalap Tuan Rumah

Balapan ini diwarnai dominasi pembalap tuan rumah, Maximo Quiles, yang berhasil finis sebagai juara.

Podium kedua dan ketiga ditempati Adrian Fernandez dan David Munoz.

Baca Juga: Sesal Norman Titipkan Anak di Daycare Aresha, Tiap Bulan Putranya Masuk Rumah Sakit Divonis Pneumonia

Posisi keempat hingga kesepuluh diisi oleh Marco Morelli, Alvaro Carpe, Veda Ega Pratama, Valentin Perrone, David Almansa, Jesus Rios, dan Joel Esteban.

Prestasi Veda Ega Pratama menjadi bukti bahwa pembalap Indonesia mampu bersaing di level internasional.

Vega tampil impresif, meski menghadapi tantangan berat dari lawan-lawan yang lebih berpengalaman.

Langkah selanjutnya bagi Veda adalah menjaga konsistensi dan terus mengasah kemampuan untuk meraih podium di seri Moto3 berikutnya.

Dengan hasil ini, Veda tidak hanya menorehkan prestasi pribadi, tetapi juga mengangkat nama Indonesia di kancah balap motor dunia.***