POJOKSATU.id - Ganda putra Indonesia Fajar Alfian / Muhammad Shohibul Fikri harus puas jadi runner up Korea Open 2025. Namun mereka tetap membawa pulang uang hadiah lumayan besar.

Fajar/Fikri gagal jadi juara setelah kalah dari jagoan tuan rumah yang juga unggulan pertama Kim Won Ho/Seo Seung Jae.

Pada final yang berlangsung di Suwon Gymnasium, Korea, Minggu sore WIB 28 September 2025, Fajar/Fikri menyerah 16-21 dan 21-23 dalam duel berdurasi 50 menit.

Sebagai runner up sektor ganda, Fajar/Fikri berhak atas hadiah USD 18.050 (Rp300 juta), angka yang setara dengan gaji tahunan sebagian besar pekerja kantoran di Korea Selatan.

Baca Juga: Juara Korea Open 2025, Jonatan Christie Kantongi Uang Hadiah Lebih Setengah Miliar Rupiah, Dipotong Pajak

Namun jumlah tersebut masih dipotong pajak sebesar 4,4 persen (khusus pemain non-Korea), sehingga uang hadiah yang diterima Fajar dan Fikri total sebesar Rp286 juta.

Adapun sang juara, Kim/Seo yang juga berstatus juara dunia ganda putra saat ini berhak atas hadiah sebesar USD 37.525 (Rp626 juta) tanpa potongan pajak.

Jojo Juara Tunggal Putra

Jika Fajar/Fikri hanya bisa jadi runner up, hasil gemilang justeru diraih Jonatan Christie.

Pebulutangkis yang karib disapa Jojo itu keluar sebagai juara Korea Open 2025, sektor tunggal putra.

Baca Juga: Rincian Hadiah Korea Open 2025: Turnamen BWF Super 500 Banjir Dollar

Jonatan Christie jadi kampiun turnamen BWF Super 500 ini usai menumbangkan unggulan pertama asal Denmark, Anders Antonsen di babak final.

Final tunggal putra Korea Open 2025 berlangsung di Suwon Gymnasium, Korea, Minggu sore WIB 28 September 2025.

Jojo yang merupakan unggulan keempat di turnamen ini mampu tampil apik menghadapi kompatriot Victor Axelsen itu.

Bahkan sebuah dropshot-nya di awal gim pertama membuat Antonsen tersungkur di dekat net hingga membuat siku lengan kanan pemain Denmark itu berdarah.

Setelah mendapat perawatan medis, pertandingan kembali dilanjutkan dan Jojo memenangkan gim pertama dengan skor 21-10.

Pada gim kedua, Antonsen bangkit. Di sisi lain, Jojo kerap membuat kesalahan sendiri sehingga set kedua ini dimenangkan Antonsen dengan skor 21-15.

Barulah pada gim ketiga, Jonatan kembali menemukan performa terbaiknya dan meraih kemenangan 21-17.

Baca Juga: 2 Bulan Laporan Pemindahan Tiang Listrik Mangkrak, Pemilik Tanah di Pemalang Malah Diminta Bayar Rp7,5 Juta

Jojo pun jadi juara Korea Open 2025 setelah menang 21-10, 15-21 dan 21-17 dalam duel berdurasi 75 menit.

Ini merupakan gelar BWF pertama Jojo tahun ini setelah pada awal Januari lalu kalah di final Indonesia Masters 2025.

Sebagai juara Korea Open 2025 sektor tunggal putra, Jojo berhak atas hadiah sebesar USD 35.625 atau sekitar Rp595 juta (kurs 1 USD = Rp16.700).

Namun jumlah hadiah itu dipotong pajak sebesar 4,4 persen sehingga cuan yang masuk ke rekening Jojo sebesar Rp568 juta.

Baca Juga: Perubahan Kecil yang Mengubah Hidup, Rumus Belajar dari Atomic Habits

Sementara Anders Antonsen berhak atas hadiah sebesar USD 18.050 (Rp300 juta), dipotong pajak lokal.

Adapun tunggal putra Indonesia lainnya, Alwi Farhan yang disingkirkan Jojo di babak seminal juga membawa pulang uang hadiah yang lumayan besar.

Selaku semifinalis sektor tunggal, Alwi berhak atas hadiah sebesar USD 6.887,5 (Rp115 juta), belum dipotong pajak lokal.***