POJOKSATU.id - Indonesia kembali mencatat prestasi gemilang di Olimpiade Paris 2024 dengan meraih medali emas kedua.
Prestasi ini dipersembahkan oleh atlet angkat besi Rizki Juniansyah, yang bertanding di cabang olahraga angkat besi kategori 73 kg putra.
Sebelumnya, medali emas pertama Indonesia dipersembahkan oleh atlet panjat tebing, Veddriq Leonardo.
Pada pertandingan yang digelar di South Paris Arena 6, Prancis, Kamis (08/08/2024), Rizki yang baru berusia 21 tahun, menunjukkan kemampuan luar biasa dengan mencatatkan total angkatan sebesar 354 kg yaitu 155 kg pada snatch dan 199 kg pada clean and jerk.
Dalam kompetisi ketat ini, Rizki berhasil mengalahkan lawan-lawan tangguhnya, termasuk Weeraphon Wichuma dari Thailand yang meraih medali perak dengan total angkatan 346 kg (148 kg snatch dan 198 kg clean and jerk) dan Dimitrov Bozhidar dari Bulgaria yang membawa pulang medali perunggu dengan total angkatan 344 kg (154 kg snatch dan 190 kg clean and jerk).
Kemenangan Rizki mengukuhkan posisinya di podium tertinggi, membuat lagu kebangsaan Indonesia Raya kembali berkumandang di ajang Olimpiade Paris 2024.
Rizki Juniansyah lahir di Serang pada 17 Juni 2003. Ia merupakan putra dari mantan atlet angkat besi Indonesia, Muhammad Yasin, yang pernah berkompetisi di tiga SEA Games pada era 1980-an hingga 1990-an.
Sejak muda, Rizki telah menunjukkan potensi besar sebagai salah satu lifter terbaik Indonesia.
Kesuksesan Rizki di Olimpiade Paris 2024 tidak datang secara tiba-tiba. Ia berhasil lolos ke Olimpiade setelah menjuarai IWF World Cup 2024 di Phuket, Thailand, pada April 2024.
Pada kejuaraan tersebut, Rizki mencatatkan total angkatan sebesar 365 kg, dengan rincian 164 kg pada snatch dan 201 kg pada clean & jerk. Angkatan 201 kg pada clean and jerk bahkan memecahkan rekor dunia.
Karir Rizki di dunia angkat besi telah mencuri perhatian sejak ia masih di level junior.
Penampilan perdananya dengan seragam Indonesia terjadi pada 2019 di Kejuaraan Asian Youth Championship, di mana ia meraih medali perak pada kategori 67 kg.
Pada tahun 2020, Rizki naik ke kategori 73 kg dan meski belum meraih medali di Asian Junior Championship, ia terus berlatih keras.
Baca Juga: Veddriq Leonardo Raih Emas, Posisi Indonesia Terkatrol di Klasemen Medali Olimpiade Paris 2024
Upayanya terbayar pada tahun berikutnya dengan meraih emas dan memecahkan rekor dunia di Kejuaraan Dunia Junior.
Sejak saat itu, Rizki konsisten mencatat prestasi di berbagai kejuaraan, termasuk Islamic Solidarity Games 2021 di mana ia memborong medali dan memecahkan rekor.
Pada SEA Games 2021, Rizki yang berkompetisi di kelas 81 kg berhasil menyumbangkan medali perak untuk Indonesia.
Tahun 2022 juga menjadi tahun keberhasilan bagi Rizki, di mana ia rutin meraih medali emas dan memecahkan rekor di berbagai ajang, baik di tingkat junior maupun senior seperti Asian Championship dan World Championship.
Prestasi terbaru Rizki di IWF World Cup 2024 dengan mencatat total angkatan 365 kg menunjukkan lonjakan signifikan dari total 347 kg yang ia bukukan pada akhir 2022 di Kejuaraan Dunia.
Meski sempat mengalami kegagalan di angkatan clean and jerk pada Kejuaraan Asia 2022, Rizki tetap menunjukkan kemajuan yang luar biasa dalam setiap kompetisi.
Keberhasilan Rizki Juniansyah ini menambah daftar prestasi Indonesia di Olimpiade Paris 2024, setelah sebelumnya atlet panjat tebing Veddriq Leonardo juga menyumbangkan medali emas.
Selain itu, Indonesia juga meraih medali perunggu melalui atlet bulu tangkis Gregoria Mariska Tunjung. ***

