POJOKSATU.ID - Asian Games 2022 yang baru diadakan pada September-Oktober 2023 menjadi edisi terburuk bagi bulu tangkis Indonesia.

Pasalnya, ini merupakan kali pertama Indonesia tidak mendapat satupun medali dari cabor badminton.

Sejak Asian Games edisi 1962, para pebulutangkis Merah Putih konsisten menyumbang medali.

Baca Juga: Prediksi Skor Liga Europa 5 Oktober: Freiburg vs West Ham, Sporting vs Atalanta, Marseille vs Brighton

Paling buruk sebelum Asian Games 2023 Hangzhou ini adalah pada edisi 1986 dan 1990 yang tidak meraih satupun medali emas. Namun masih bisa meraih 4 perunggu (1986), serta 2 perak dan 6 perunggu empat tahun kemudian.

Pada Asian Games Jakarta-Palembang 2018 lalu, Indonesia meraih dua medali emas, dua perak dan empat perunggu dari cabor bulutangkis.

Jonatan Christie merebut medali emas tunggal putra dengan mengalahkan pemain Taiwan, Chou Tien Chen 21-18, 20-22, dan 21-15.

Baca Juga: Jadwal Liga Europa Malam Jumat Ini 5 Oktober, Pertandingan Mana yang Disiarkan SCTV?

Sedangkan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo meraih emas ganda putra dengan mengalahkan kompatriotnya, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, dengan skor 13-21, 21-14, 24-22.

Medali perak Indonesia lainnya dipersembahkan tim beregu putra. Sedangkan perunggu dipersembahkan tim beregu putri, tunggal putra Anthony Ginting, ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Pada Asian Games 2023 ini, tim beregu putra dan putri sudah gugur sebelum babak semifinal.

Baca Juga: Prediksi Skor Liga Europa 6 Oktober: Liverpool vs Royal Union, Villarreal vs Rennes, Roma vs Servette

Kemudian pada even perorangan, hanya tiga wakil Indonesia yang lolos ke perempat final. Hasilnya, mereka semua kalah.

Unggulan pertama ganda putra, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto atau Fajri takluk dari duo Taiwan, Lee Yang/Wang Chi Lin dengan skor 19-21 dan 18-21.

Sementara unggulan pertama tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting juga kalah dua set langsung dari wakil tuan rumah, Li Shi Feng dengan skor 13-21 dan 17-21.

Terakhir, tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung atau Jorji yang menghadapi tunggal ranking 20 dunia, Aya Ohori juga menyerah straight game 10-21 dan 19-21.

Baca Juga: Prediksi Skor Liga Europa 5 Oktober: AEK Athens vs Ajax, Aris vs Rangers dan Betis vs Sparta Praha

Padahal pada ASian Games 2023 Hangzhou ini, PBSI menargetkan tiga medali emas. Kenyataannya nihil medali sama sekali.

Berikut Pencapaian Atlet Bulutangkis Indonesia sepanjang sejarah Asian Games:

Edisi - Emas - Perak - Perunggu

1962: 5 - 3 - 3
1966: 2 - 2 - 5
1970: 1 - 2 - 4
1974: 2 - 4 - 2
1978: 4 - 2 - 3
1982: 2 - 3 - 0
1986: 0 - 0 - 4
1990: 0 - 2 - 6
1994: 3 - 2 - 2
1998: 2 - 2 - 2
2002: 1 - 1 - 3
2006: 1 - 1 - 2
2010: 1 - 0 - 3
2014: 2 - 1 - 1
2018: 2 - 2 - 4
2022: 0 - 0 - 0

Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung Bola 5 Oktober: PSM vs Sabah, Freiburg vs West Ham, Liverpool vs Saint-Gilloise

Itulah ulasan tentang pencapaian atlet bulutangkis Indonesia sepanjang sejarah Asian Games. Edisi ke-19 tahun 2023 ini jadi yang terburuk.***