POJOKSATU.id – Tim kuadran putra Indonesia kembali berhadapan dengan Jepang, kali ini dalam perebutan medali emas sepak takraw Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Sabtu (3/10/2026).

Pertemuan ini menghadirkan tantangan berbeda bagi skuad Merah Putih.

Indonesia memang pernah mengalahkan tuan rumah pada fase penyisihan Grup B, tetapi Jepang kini datang dengan perubahan pola permainan yang patut diwaspadai.

Indonesia memastikan tempat di final setelah menundukkan Myanmar dua set langsung dengan skor 15-13 dan 15-9 pada semifinal, Jumat (2/10/2026).

Baca Juga: Variasi Servis Mematikan, Indonesia Tundukkan Myanmar di Semifinal Sepak Takraw

Sementara itu, Jepang melangkah ke partai puncak setelah menyingkirkan India dengan skor 15-12 dan 15-13.

Hasil tersebut membuat tuan rumah berpeluang merebut medali emas di hadapan pendukung sendiri.

Indonesia Pernah Taklukkan Jepang di Fase Grup

Pada pertemuan pertama di Grup B, Indonesia berhasil mengalahkan Jepang melalui pertandingan tiga set yang berlangsung ketat.

Tim Merah Putih menang dengan skor 15-12, 10-15, dan 15-10.

Baca Juga: Leo/Daniel Sumbang Emas Ketiga, Indonesia Geser Qatar di Klasemen Asian Games

Kemenangan tersebut menjadi salah satu modal kepercayaan diri Indonesia menjelang pertandingan final.

Namun, hasil sebelumnya tidak menjamin pertandingan berikutnya akan berjalan serupa.

Jepang memperlihatkan pendekatan permainan berbeda ketika menghadapi India pada semifinal.

Kapten tim kuadran putra Indonesia, Muhammad Hardiansyah Muliang, mengakui perubahan pola permainan Jepang perlu mendapat perhatian khusus.

“Dia sepertinya ada strategi baru dari segi smes dan umpan ya. Tapi, kami akan periksa lagi (videonya) dan lihat besok penerapannya. Pastinya kami siapkan strategi khusus untuk mereka,” kata Hardiansyah, dikutip dari ANTARA.

Strategi Khusus Disiapkan untuk Perebutan Emas

Menghadapi Jepang di partai puncak, Indonesia berencana mempelajari rekaman pertandingan lawan untuk membaca perubahan strategi yang digunakan.

Kekompakan tim, koordinasi pengumpan dan smes, serta efektivitas servis menjadi aspek penting yang perlu dipertahankan Indonesia.

Hardiansyah menegaskan bahwa kerja sama antarpemain merupakan salah satu modal utama dalam menjaga konsistensi permainan.

Final melawan Jepang menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk mengulang kemenangan fase grup sekaligus membawa pulang medali emas Asian Games 2026.

Meski demikian, dukungan suporter tuan rumah dan perubahan pola permainan Jepang berpotensi menghadirkan pertandingan yang lebih menantang bagi skuad Merah Putih.***