POJOKSATU.id — Di ajang Proliga 2025, beberapa bintang voli Indonesia tak terlihat meramaikan persaingan sengit yang tengah terjadi.
Ini karena, mereka sukses menembus liga-liga voli di Asia berkat performa impresif mereka. Tim-tim luar negeri pun tak ragu merekrut mereka untuk memperkuat skuadnya.
Para pemain voli Indonesia yang bermain di luar negeri bukan sekadar mengisi bangku cadangan. Mereka justru menjadi bagian penting dari tim masing-masing dan sering kali diandalkan dalam pertandingan.
Berikut ini adalah daftar pemain voli Indonesia yang berkarier di luar negeri:
1. Megawati Hangestri Pertiwi – Red Sparks Korea Selatan
Megawati Hangestri Pertiwi menjadi sorotan setelah bergabung dengan JunKwanJang Red Sparks, salah satu tim kuat di kasta pertama Liga Voli Korea Selatan.
Kehadirannya di Red Sparks membuat masyarakat Indonesia bangga, apalagi ia bukan hanya pemain pelapis tetapi menjadi andalan tim.
Pemain yang dijuluki "Megatron" ini bahkan beberapa kali dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam pertandingan. Terakhir, Mega juga didaulat menjadi pemain voli putri terbaik dunia.
Kini, di musim keduanya bersama Red Sparks, Megawati bertekad membawa timnya meraih hasil lebih baik setelah musim lalu finis di peringkat ketiga.
2. Rivan Nurmulki – Wolfdog Nagoya Jepang
Sebagai salah satu opposite terbaik Indonesia, Rivan Nurmulki menjadi aset berharga bagi timnya.
Lompatan tinggi dan spike kerasnya membuatnya dipercaya sebagai pemain utama.
Kemampuannya menarik perhatian Wolfdog Nagoya, salah satu klub voli profesional di Jepang.
Tanpa ragu, Rivan menerima tawaran tersebut dan kini resmi bermain di Liga Voli Jepang, tetap menunjukkan performa terbaiknya meskipun jauh dari tanah air.
3. Yolla Yuliana – Tokyo Sunbeams Jepang
Dikenal sebagai salah satu atlet voli paling populer di Indonesia, Yolla Yuliana tetap fokus pada kariernya di dunia voli di usianya yang kini sudah 30 tahun.
Keahliannya dalam bermain voli menarik perhatian klub Tokyo Sunbeams dari kasta kedua Liga Jepang.
Kesepakatan pun tercapai, dan Yolla memulai debutnya bersama Tokyo Sunbeams pada akhir Oktober lalu.
4. Rendy Tamamilang – Ho Chi Minh City Police Vietnam
Di usia 28 tahun, Rendy Tamamilang telah memiliki pengalaman bermain di berbagai liga internasional.
Ia pernah membela tim dari Oman, Bahrain, dan Uni Emirat Arab sebelum kini bergabung dengan Ho Chi Minh City Police di Vietnam.
Sebagai outsider hitter, Rendy membuktikan kontribusi maksimal bagi tim barunya.
5. Doni Haryono – Nakhon Ratchasima Thailand
Doni Haryono mengambil langkah besar dalam kariernya dengan bergabung bersama Nakhon Ratchasima, salah satu tim voli terkuat di Thailand.
Sebelumnya, tim ini sukses menjuarai liga Thailand dengan bantuan pemain Indonesia lainnya, Farhan Halim.
Kini, Doni bertekad untuk membantu Nakhon Ratchasima mempertahankan posisinya sebagai tim papan atas.
6. Nizar Zulfikar – Diamond Food VC Thailand
Tosser andalan Jakarta Bhayangkara Presisi, Nizar Zulfikar, kini berkarier di Liga Voli Thailand bersama Diamond Food VC.
Ia bahkan bertemu dalam pertandingan melawan Doni Haryono yang membela Nakhon Ratchasima.
Duel antara kedua tim ini tentu menarik perhatian penggemar voli Indonesia.
7. Imam Ahmad Faisal – Fukuoka Winning Spirit Jepang
Dijuluki "The Next Rivan Nurmulki", Imam Ahmad Faisal menunjukkan kerja kerasnya dalam meniti karier.
Kini, di usia 19 tahun, ia mendapat kesempatan bermain di Fukuoka Winning Spirit Jepang.
Sebagai seorang opposite, Imam Ahmad diharapkan dapat memberikan kontribusi besar dalam membangun serangan timnya.
Dengan performa terbaik, mereka berpeluang untuk mengharumkan nama Indonesia di dunia voli internasional. ***

