Olimpiade Rio 2016 Makan Tumbal (Lagi), Kali Ini Pelatih Dayung Jerman Tewas

Pelatih tim dayung Jerman, Stefan Henze. Foto via twitter @GermanyDiplo

POJOKSATU.id, BRASIL – Setelah dua atlet yang mengalami patah tulang kala beraksi dalam usaha meerbut medali, Olimpiade Rio 2016 Brasil kembali meminta tumbal (lagi). Kali ini yang menjadi korban adalah pelatih dayung kontingen Jerman.

Henze, yang juga pernah menjadi atlet olimpiade di era 90an itu, dikabarkan mendapatkan luka serius pada bagian kepalanya. Hal itu diakibatkan ulah seorang sopir taksi yang mengendarai dengan ugal-ugalan.

Dilansir Mirror, Henze saat itu tak sendiri. Ia bersama seorang peneliti olahraga, Cristian Katini.

Dalam perjalanan pulang ke penginapan atlet itu, taksi yang ditumpanginya mengalami kecelakaan hebat hingga menabrak pembatas jalan yang terbuat dari beton.


Akibatnya, Henze pun mengalami cedera kepala serius dan mengalami pendarahan hebat. Pria 35 tahun itu langsung dilarikan ke rumahsakit untuk menjalani operasi besar di bagian kepalanya.

Setelah mengalami masa kritis, akhirnya nyawa Henze pun tak terselamatkan. Tewasnya Henze pun dikonfirmasi asosiasi olimpiade Jerman (DOSB)

“Pelatih dayung Jerman di tim Olimpiade tak kuasa melawan pendarahan otak (Henze dinyatakan meninggal),” bunyi pernyataan DOSB, diberitakan Mirror.

“Kami sangat sedih hari ini. Kata-kata tak dapat menggambarkan situasi atas apa yang kami rasakan di tim Olimpiade setelah kehilangan besar ini,” imbuh Presiden DOSB, Alfons Hormann.

Kabar duka itu pun turut mendapatkan respon dari Komite Internasional Olimpiade (IOC), melalui Presiden mereka, Thomas Bach. IOC akan coba memberikan tribut kepada Henze, dengan mengibarkan bendera Jerman setengah tiang. Kontingen Jerman sendiri akan melakukan seremoni di kampung atlet, untuk Henze.

“IOC berduka atas kehilangan atlet sejati Olimpiade. Simpati kami bersama keluarga Stefan Henze, teman-temannya dan seluruh tim Olimpiade Jerman. Kami akan mengenang kenangannya dengan menurunkan bendera Jerman setengah tiang di tempat-tempat Olimpiade,” kata Bach.

(ruh/pojoksatu)