Pemprov Sumsel Mulai Seleksi Calon Investor Sirkuit MotoGP Palembang

sirkuit motogp palembang, berita terbaru motogp, alex noerdin, palembang
Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin.

POJOKSATU.id, JAKARTA–Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menunjukkan keseriusannya dalam membangun sirkuit MotoGP Palembang. Saat ini pihak pemprov Sumsel tengah menyeleksi calon investor pembangunan sirkuit yang sudah lama dinantikan pevinta otomotif Tanah Air itu.

Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin mengatakan seleksi calon investor ini sementara berjalan. Ia berharap investor pemenang nantinya adalah yang paling menguntungkan untuk Palembang.

BACA JUGA:
NBA All Star 2017: Tim Barat Menang, Anthony Davis Bintangnya
Protes Wasit, Tim Ini Hadiahkan 3 Gol Gratis untuk Tim Tuan Rumah

“Desainnya sudah selesai, investor sedang diadu mana yang paling menguntungkan,” kata Alex usai Rapat Koordinasi Tingkat Menteri soal persiapan Asian Games 2018 di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Senin (20/2).


Lebih jauh dijelaskan, pembangunan Sirkuit MotoGP Palembang ini sudah bisa dimulai pada April mendatang. “April, investor pemenang sudah mulai kerja,” katanya.

Percepatan pengerjaan harus dilakukan untuk mengejar seri balapan MotoGP di Palembang akan digelar Oktober 2018. Untuk itu, Alex juga sudah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Dorna (operator MotoGP) terkait jadwal Indonesia menjadi tuan rumah seri balapan.

Terkait wacana yang menyebut keinginan Bos MNC Media Hary Tanoesudibyo untuk menjadi investor MotoGP di Palembang, Alex menyebut kemungkinan besar hal itu tidak akan terjadi. Pasalnya, kabar lain menyebut ia juga akan membangun sirkuit MotoGP di kawasan Lido, Sukabumi.

“Barangkali dia mau bangun di Lido. Ya, silakan saja. Di Spanyol saja ada empat sirkuit MotoGP. Tidak masalah,” ujarnya.

Normalnya, pembangunan sirkuit MotoGP diperkirakan memakan waktu 14 bulan. Sementara panitia penyelenggara pembangunan Sirkuit Palembang memiliki skenario hingga 18 bulan.

“Jadi ada waktu sekira empat bulan untuk mengantisipasi jika ada kendala di luar perencanaan yang terjadi selama pengerjaan,” pungkasnya.

(fat/pojoksatu)