POJOKSATU.id - Indonesia kembali menorehkan sejarah setelah merebut emas beregu putra Badminton Asian Games 2026 melalui kemenangan dramatis atas China.

Kemenangan tersebut terasa istimewa karena Merah Putih mengakhiri penantian panjang selama 28 tahun untuk gelar serupa.

Lebih dari sekadar emas, kemenangan ini juga menggagalkan ambisi China mencatat tiga gelar beruntun beregu putra Asian Games di cabor tepok bulu ini.

China sebelumnya menjadi juara pada edisi 2018 dan 2022, sehingga berpeluang mencetak hattrick gelar di Aichi-Nagoya.

Baca Juga: Dari Bangkok 1998 ke Aichi-Nagoya 2026, Indonesia Kembali Kalahkan China di Final Asian Games

Namun, peluang tersebut akhirnya pupus setelah Indonesia bangkit dari ketertinggalan dua pertandingan pada final Kamis 24 September 2026.

Dari 0-2 hingga Membalik Sejarah

Indonesia mengawali final dengan situasi sulit setelah Jonatan Christie kalah menghadapi Shi Yu Qi dua gim langsung.

Jonatan menyerah 13-21 dan 18-21 sehingga China lebih dahulu mengamankan angka pembuka dalam pertandingan final tersebut.

Tekanan semakin besar setelah Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri kehilangan partai kedua melawan Liang Wei Keng/Wang Chang.

Baca Juga: Dari Tertinggal 0-4 hingga Mengunci Emas, Drama Zaki Ubaidillah di Partai Penentuan

Pertandingan berlangsung tiga gim sebelum pasangan China menang 22-20, 19-21, dan 21-14.

Indonesia kemudian mengubah jalannya pertandingan melalui Alwi Farhan yang menghadapi Li Shi Feng.

Alwi menang melalui pertarungan tiga gim dengan skor 23-21, 15-21, dan 21-16 untuk memperkecil ketertinggalan.

Leo Rolly Carnando dan Daniel Marthin kemudian menyamakan kedudukan setelah mengalahkan He Ji Ting/Liu Yi.

Pasangan Indonesia tersebut menang dua gim langsung dengan skor 23-21 dan 21-10.

Emas Keenam Indonesia

Partai kelima akhirnya menjadi penentu ketika Moh Zaki Ubaidillah menghadapi Weng Hongyang.

Baca Juga: Gagal ke Final Asian Games 2026, Tim Badminton Putri Indonesia Dipastikan Raih Medali Perunggu

Zaki sempat tertinggal pada awal gim pertama sebelum membalikkan keadaan dan menang dengan skor 23-21.

Pada gim kedua, pemain muda Indonesia tersebut tampil lebih stabil dan menutup pertandingan dengan kemenangan 21-13.

Kemenangan Zaki memastikan Indonesia mengalahkan China 3-2 sekaligus merebut emas pertama kontingen Indonesia di Asian Games 2026.

Gelar tersebut juga menjadi emas keenam Indonesia dalam sejarah nomor beregu putra bulu tangkis Asian Games.

Sebelumnya, Indonesia menjadi juara pada 1962, 1970, 1978, 1994, dan 1998.

Baca Juga: Klasemen Medali Asian Games 2026 Terbaru Selasa Malam: Indonesia Naik Jadi 8 Medali

China masih memimpin daftar juara dengan tujuh emas, tetapi gagal memperlebar keunggulannya menjadi delapan gelar.

Yang membuat pencapaian 2026 semakin menarik, Indonesia kembali mengalahkan China di final setelah pertemuan terakhir pada 1998.

Saat itu, Indonesia menang telak 4-0 di Bangkok dengan sejumlah nama besar seperti Taufik Hidayat, Hendrawan, serta Ricky Subagja.

Kini, setelah 28 tahun, sejarah kembali mempertemukan Indonesia dan China dalam perebutan emas beregu putra.

Bedanya, kali ini Indonesia harus bangkit dari 0-2 sebelum akhirnya mengakhiri dominasi China dengan kemenangan 3-2.***