POJOKSATU.id - Anthony Sinisuka Ginting menjadi penyelamat Indonesia di nomor tunggal putra dalam turnamen bulutangkis Malaysia Open 2025.

Ginting sukses melaju ke babak 16 besar, menebus kekalahan Jonatan Christie yang harus tersingkir di babak awal.

Bertanding di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, Ginting berhasil mengalahkan wakil Taiwan, Lee Chia Hao, dengan skor 21-12, 21-18.

Ginting tampil agresif dan unggul 4-2 di awal gim pertama. Namun, Lee mampu menyamakan kedudukan menjadi 7-7 setelah mengubah pola permainannya.

Meski begitu, Ginting kembali mengambil kendali permainan. Pukulan lurusnya yang gagal dikembalikan lawan membuat Ginting memimpin tiga poin pada interval pertama.

Baca Juga: Landzaat Asisten Pelatih Kluivert Berdarah Maluku, Fasih Bahasa Indonesia, Kantongi Lisensi Pelatih UEFA A

Usai jeda, permainan Ginting semakin solid. Ia tampil lebih ulet, baik dalam bertahan maupun menyerang, hingga mencatatkan keunggulan 19-10.

Dengan dominasi yang konsisten, Ginting mengamankan poin penentuan dan mengubah skor menjadi 20-11.

Lee sempat mencuri satu angka, tetapi Ginting akhirnya menutup gim pertama dengan kemenangan.

Ginting melaju dan akan berhadapan dengan wakil asal Thailand, Kunlavut Vitidsarn di pertandingan kelima, hari ini Kamis (19/12/2024).

Ganda Putri, Kurang Tenang

Ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi, mengalami nasib kurang beruntung di Malaysia Open 2025.

Langsung kandas di babak pertama, Ana/Tiwi menjadi korban kejutan para pemain yang tidak masuk sebagai unggulan, Selasa (7/1/2025) malam WIB.

Datang dengan status unggulan lima, Ana/Tiwi justru harus angkat koper lebih awal setelah kalah di babak 32 besar.

Dalam pertandingan berdurasi 36 menit di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia, ganda putri nomor satu Indonesia tersebut menyerah di tangan wakil Taiwan, Hsieh Pei Shan/Hung En-Tzu, dengan skor telak 14-21, 14-21.

Baca Juga: Lebih Sering Jadi Kepala Pelatih, Ini Sosok Alex Pastoor yang Dampingi Patrick Kluivert, Jadi Otak Strategi Timnas Indonesia

Permainan Ana/Tiwi di laga tersebut tampak jauh dari performa terbaik. Sejak gim pertama, mereka bermain kurang tenang dan banyak melakukan kesalahan hingga menguntungkan lawan.

Keraguan mereka di lapangan menjadi salah satu faktor yang memudahkan lawan untuk mendominasi.

Ganda Putra, Main 12 Menit

Sementara itu, kabar baik datang dari sektor ganda putra. Pasangan Indonesia, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlefi Isfahani, berhasil melangkah ke babak 16 besar setelah lawan mereka menyerah di tengah pertandingan.

Dalam laga babak 32 besar yang digelar Rabu (8/1/2025), Sabar/Reza menghadapi pasangan Denmark, Rasmus Kjaer/Frederik Sogaard.

Pertandingan di lapangan 2 Axiata Arena hanya berlangsung 12 menit. Laga harus dihentikan setelah Rasmus Kjaer mengalami cedera pada kaki kanannya, tepatnya di area pergelangan kaki dan betis.

Baca Juga: Kluivert Didampingi Alex Pastoor dan Denny Landzaat, Plus Dua Pelatih Lokal, Bersiap Debut di Laga Ini

"Kjaer tampak menahan sakit dan berjalan terpincang-pincang saat memaksa reli bergulir," ujar seorang saksi di lokasi.

Cedera tersebut memaksa pasangan Denmark untuk menyerah, memberikan kemenangan kepada Sabar/Reza.

Regulasi baru BWF yang hanya memperbolehkan perawatan medis saat interval atau jeda antar gim membuat kondisi Kjaer semakin sulit. Jika dipaksakan, cederanya berpotensi semakin parah.

Dengan hasil ini, Sabar/Reza menjadi satu-satunya wakil ganda putra Indonesia yang masih bertahan di turnamen. ***