POJOKSATU.ID - Anthony Sinisuka Ginting mengomentari kekalahannya dari Li Shi Feng (China) pada perempat final Asian Games 2023 nomor perorangan.
Seperti diberitakan sebelumnya, Anthony Ginting harus mengakui ketangguhan wakil tuan rumah, Li Shi Feng pada perempat final Asian Games 2023, Kamis 5 Oktober 2023.
Bertanding di Lapangan 1 Binjiang Gymnasium, Anthony Ginting yang merupakan unggulan pertama menyerah dua set langsung dari unggulan keenam itu dengan 13-21 dan 17-21.
Kekalahan Ginting memastikan Indonesia tidak dapat medali di sektor tunggal putra Asian Games 2022 yang diadakan pada September-Oktober 2023 ini.
Tak seperti pada Asian Games 2018 Jakarta-Palembang lalu, tunggal putra menyumbang satu medali emas melalui Jonatan Christie dan perunggu oleh Anthony Ginting.
Usai pertandingan lawan Li Shi Feng, Ginting mengungkapkan kekecewaannya. Ia mengaku sudah berusaha maksimal, namun hasilnya tak sesuai ekspektasi.
"Salah satu pertandingan yang berat sepanjang minggu ini di Asian Games," kata Ginting, dikutip Pojoksatu.id dari laman resmi PBSI, Kamis malam.
Hasil ini memang cukup mengejutkan. Sebab empat pertemuan sebelumnya, Ginting selalu mengalahkan tunggal putra ranking 8 dunia itu.
"Kami sering bertemu sebelumnya jadi secara garis besar sudah tahu kelebihan dan kekurangan masing-masing."
Baca Juga: Badminton Asian Games 2023: Fajri dan Ginting Gugur, Sisa Jorji Harapan Indonesia
"Hanya mungkin di minggu ini, lawan sedang percaya diri. Bisa kita lihat dari perjalanan dari beregu sampai hari ini, dia bisa bermain dengan cukup tenang," lanjut pebulutangkis kelahiran Cimahi itu.
Menurut Ginting, sepanjang pertandingan ia berusaha menggunakan segala cara untuk bisa menghentikan dominasi Shi Feng. Namun wakil tuan rumah bermain lebih tenang.
"Saya sudah coba segala cara, dari main menyerang di gim pertama sampai mengubah pola permainan di gim kedua dan cukup berhasil sebenarnya sampai poin 16-16 kalau tidak salah."
"Setelah itu, Shi Feng kembali banyak mengubah tempo dan pola permainan. Saya juga mengantisipasi dengan ikut mengubah pola permainan tapi memang yang tadi saya bilang, lawan bisa lebih tenang, tidak seperti di pertemuan-pertemuan sebelumnya."
Ginting juga menepis anggapan bahwa dirinya tidak tampil maksimal karena berada dalam tekanan karena jadi tumpuan di sektor putra, setelah ganda putra Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (Fajri) lebih dulu gugur.
"Tidak ada pikiran ke sana (tekanan ketika menjadi dua wakil terakhir yang tersisa)."
"Fokus saya lebih ke diri sendiri, tidak mau terlalu banyak mimikirkan hal yang di luar pertandingan."
"Tapi pasti ekspektasinya, targetnya dan keinginan pribadi ingin menyamai hasil di Asian Games 2018 atau bahkan melebihi hanya memang mungkin rezekinya sampai di sini saja," pungkas Anthony Ginting.***

