Pandemi Covid-19, Pendapatan F1 Anjlok 84 Persen

rio haryanto, hasil gp china, rosberg juara gp china, video race gp china
Ilustrasi Formula 1

POJOKSATU.id, JAKARTA – Liberty Media sebagai pemegang hak siar F1 mengungkapkan, pendapatan mereka merosot tajam sepanjang kuartal pertama 2020.


Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, penurunannya mencapai 84 persen.

Disebutkan, pada periode yang sama 2019, F1 meraih pemasukan hingga USD 246 juta (sekitar Rp 3,6 triliun). Sementara itu, pada kuartal pertama 2020, F1 hanya mengantongi USD 39 juta (sekitar Rp 583,1 miliar).

Jumlah tersebut belum termasuk pendapatan dari dua race yang dibatalkan sebelumnya, yakni GP Australia dan Bahrain.


Saat ini, Liberty Media menyebutkan, pendapatan utama F1 yang tetap mengalir hanyalah kontrak sponsor di luar balapan.

Karena itu, CEO F1 Chase Carey bersiap menghadapi kemungkinan terburuk. Semisal musim ini berlalu tanpa balapan sama sekali.

“Sebenarnya kami semakin pede (bisa menggelar balapan tahun ini). Tetapi, tidak ada jaminan semuanya akan berjalan sesuai rencana sejauh ini,” ujar Carey.

F1 pun harus melakukan berbagai penyesuaian pasca mengalami penurunan pendapat signifikan. Namun, Carey masih optimistis bisa menggelar 15–18 balapan musim ini.

Diawali tanpa penonton pada seri pembuka di GP Austria 5 Juli mendatang. Lalu, dilanjutkan pada 12 Juli di sirkuit yang sama.

“Kami membuat kemajuan yang bagus untuk menggelar balapan yang aman buat semua orang,” terangnya dilansir BBC. Mereka berharap, pada seri-seri terakhir sebelum penutup tahun, balapan sudah bisa dihadiri penonton.

(jpc/pojoksatu)