POJOKSATU.id - Federasi Bulutangkis Dunia atau Badminton World Federation (BWF) murka terhadap ulah Viktor Axelsen yang mengoceh di media sosial.

BWF menilai curhatan Axelsen mengenai denda dan uang hadiah Indonesia Open 2023 tidak benar.

Dalam sebuah pernyataan di akun media sosial resmi BWF, Jumat 14 Juli 2023, menyatakan tidak senang dengan pernyataan Axelsen beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Jadwal Bola Hari Ini 14 Juli, Pekan Ke-3 Liga 1 Dimulai

"Kesejahteraan pemain sangat penting bagi BWF, dan kami menghargai dan menyambut masukan atlet tentang hal-hal yang berkaitan dengan itu," bunyi awal pernyataan BWF itu.

Meski tidak menjelaskan secara detail kebenarannya, namun BWF mengklaim pernyataan Viktor Axelsen tidak tepat.

"Namun, BWF ingin menjelaskan bahwa bagian-bagian pernyataan ini tidak akurat dan keluar dari konteks," lanjut BWF.

Baca Juga: Begini Klarifikasi PBSI Soal Pengakuan Viktor Axelsen Belum Terima Uang Hadiah Indonesia Open 2023

Olehnya itu, BWF tidak senang dengan ocehan Axelsen di media sosial sehingga akan ada tindak lanjut.

"Dan sebagai akibatnya, kami tidak senang dengan reaksi dari pemain tersebut."

"BWF akan mengatasi masalah ini secara terpisah dengan pemain dan Asosiasi Anggota yang terkait," tutup pernyataan BWF itu.

Diberitakan sebelumnya, juara tunggal putra Indonesia Open 2023, Viktor Axelsen membeberkan ke publik kalau dirinya belum menerima uang hadiah turnamen BWF Super 1000 itu.

Baca Juga: 6 Hasil Sidang Komisi Disiplin PSSI 11 Juli, Denda Dewa United Paling Banyak

Padahal Indonesia Open 2023 sudah hampir sebulan berlalu. Turnamen yang disponsori Kapal Api Group itu digelar pada 13 hingga 18 Juni lalu.

Sebagai juara, Viktor Axelsen seharusnya menerima hadiah uang sebesar 87.500 ribu dolar AS atau setara dengan Rp1,3 miliar.

Namun dalam unggahan Axelsen di akun twitternya, Rabu 12 Juli 2023, pebulutangkis asal Denmark itu mengaku belum menerima transferan uang hadiah Indonesia Open 2023.

Sebenarnya, dalam cuitannya itu Viktor Axelsen hanya mengeluh karena akan dijatuhi denda 5 ribu dollar AS oleh BWF karena tidak hadir di Singapura (Singapore Open 2023).

Baca Juga: Semifinal Piala AFF U19 Wanita 2023: Di Hadapan Erick Thohir, Indonesia Dibantai Thailand 1-7

Memang dalam aturan, pemain top dunia wajib hadir meski hanya untuk sekadar memberi ketarangan (jika tidak bisa tampil karena cedera) pada turnamen level Super 750 itu yang digelar pada 6 sampai 11 Juni 2023.

Namun dalam cuitannya, Axelsen membeberkan alasannya tidak ke Singapura karena dalam masa rehabilitasi cedera agar fit tampil di Indonesia Open yang levelnya lebih tinggi.

"BWF ingin mengenakan denda sebesar 5 ribu dolar AS kepada saya karena tidak hadir di Singapore Open selama dua hari saat melakukan rehabilitasi untuk cedera otot agar siap untuk Indonesia Open," tulis Viktor Axelsen.

Kalaupun harus ke Singapura, Axelsen merinci biaya akomodasi dan transportasi yang harus dikeluarkan yang nilainya juga sekitar 5 ribu dollar AS.

Baca Juga: Soto Tangkar, Kelezatan Kuliner Khas Karawang yang Menggugah Selera

Jika dipaksakan, dirinya tidak bisa melakukan rehabilitasi dan latihan yang tepat untuk mempersiapkan diri menghadapi BWF World Tour Super 1000, Indonesia Open 2023.

Ia lalu menyoroti kebijakan BWF karena akan menjatuhkan denda 5 ribu USD itu.

Sementara di sisi lain BWF sendiri belum melaksakanan kewajibannya menyalurkan uang hadiah Indonesia Open 2023.

"Ironisnya, kami masih belum menerima uang hadiah dari Indonesia (Indonesia Open 2023) yang seharusnya sudah ada di akun pemain," lanjut tunggal putra ranking satu dunia itu.

Baca Juga: MUI Tak Setuju Jika Al Zaytun Sampai Dibubarkan, Mending Panji Gumilang Saja yang Dipecat Tidak Hormat

Dalam unggahannya itu, Viktor Axelsen juga melampirkan aturan BWF bahwa bila ada keterlambatan dari panitia pelaksana turnamen dalam memberikan hadiah, bakal dijatuhi denda 0,25 persen per pekan sejak keterlambatan.

Terkait keterlambatan pencairan uang hadiah Indonesia Open 2023 itu, PBSI sudah merespon dengan menyebut masalah ini di tangan BWF.

Sebab panitia dan PBSI sudah mentransfer semua uang hadiah Indonesia Open 2023 ke BWF, dan dikonfirmasi sudah diterima.

Sehingga keterlambatan ini tidak ada kaitannya dengan PBSI lagi.***