Soal Hukuman Buat Yeremia Rambitan, PBSI Serahkan ke Pelatih

Pebulutangkis Indonesia, Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan. Foto: pbsi
Pebulutangkis Indonesia, Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan. Foto: pbsi

POJOKSATU.ID, JAKARTA – Induk Organisasi Bulu Tangkis Indonesia (PBSI) belum mengambil langkah lebih lanjut terkait dugaan pelecehan yang dilakukan pemain spesialis ganda putra, Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan.


Partner Pramudya Kusumawardana itu mengeluarkan kalimat tidak pantas saat melangsungkan live di akun media sosial pribadinya.

BACA JUGA : Gara-gara Yeremia Rambitan Lecehkan Volunteer SEA Games, Semua Pemain Dikumpulkan

“I love you, i want fu*k you,” ungkap pemain yang akrab disapa Yere itu kepada salah seorang volunteer SEA Games Vietnam.


PBSI sampai saat ini belum mengambil sikap terkait ucapan dari pemain kelahiran 15 Oktober 1999 itu.

Humas PP PBSI Broto Happy Wondomisnowo mengungkapkan, hal itu merupakan ranah dari pelatih, organisasi belum bisa memutuskan hukuman apa yang pantas.

“Memberikan hukuman itu merupakan ranah pelatih karena mereka tidak hanya melatih, tetapi juga mendidik dan membentuk karakter pemain,” ungkap pria berjuluk Kamus Bulu Tangkis itu dikutip dari JPNN.com, Selasa (24/5).

PBSI sendiri rencananya akan memanggil Yeremia saat tiba di tanah air setelah berlaga di SEA Games 2021.

Akun media sosial pemain bertinggi 178 cm itu saat ini penuh komentar dari warganet yang mempertanyakan sikap dari seorang atlet profesional.

BACA JUGA : Bicara Kotor ke Volunteer Sea Games, Yeremia Rambitan Banjir Hujatan

Banyak penggemar bulu tangkis menyayangkan apa yang terlontar dari Yere meski saat itu terlihat hanya bercanda.

Diberitakan sebelumnya, Pelatih ganda putra Indonesia, Aryono Miranat mengaku sudah memberi teguran keras kepada Yeremia Rambitan.

Bukan cuma Yeremia, semua pemain dikumpulkan Aryono lalu diingatkan agar tidak melakukan hal serupa.

Dikutip dari CNN Indonesia, Aryono yang ikut mendampingi tim SEA Games mengaku kaget dengan kehebohan yang dipicu oleh ulah Yeremia.

“Saat kejadian itu, saya tidak berada satu bus dengan Yeremia. Lalu kemudian begitu saya turun dari pesawat, saya terkejut melihat pesan-pesan di handphone saya,” kata Aryono, Selasa (24/5).

Aryono mengaku sudah memberikan teguran langsung kepada para atletnya.

BACA JUGA : Preview Final Liga Konferensi, Roma vs Feyenoord : Membuat Jejak di Albania

“Lalu saya kumpulkan semua pemain. Saya berkata bahwa hal seperti itu tidak pantas dilakukan,” ujarnya.

Aryono juga meminta maaf pada publik atas kejadian yang memalukan tersebut.

“Saya sebagai pelatih yang mendampingi juga memohon maaf sebesar-besarnya atas kejadian ini. Saya harap bisa jadi pelajaran,” tutur Aryono.(jpnn/fat/pojoksatu)