Pekerja Keras, Achmad Budiharto Sebut Tontowi Ahmad Bisa Jadi Teladan Atlet-atlet Muda

Tontowi Ahmad. (Instagram)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Sekretaris Jenderal PP PBSI Achmad Budiharto membenarkan kabar Tontowi Ahmad yang memutuskan mundur dari dunia bulu tangkis profesional.


Dikatakan Budiharto, Owi, sapaan akrabnya, menyampaikan surat pengunduran diri pada hari ini, Senin (18/5).

Dalam surat yang ditujukan kepada Ketua Umum PP PBSI Wiranto tersebut, Owi menyampaikan maksudnya untuk mengundurkan diri dari pelatnas PBSI serta menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasihnya kepada PBSI atas bimbingan dan kesempatan untuknya selama menjadi pebulutangkis.

“Tontowi telah mengajukan surat pengunduran diri per hari ini. PBSI mengucapkan terima kasih kepada Tontowi yang sudah berjuang dan berkontribusi dengan membawa banyak gelar juara dan mengharumkan nama bangsa Indonesia,” kata Budiharto dilansir dari laman Badminton Indonesia.


Lebih lanjut, Budiharto menuturkan, banyak prestasi yang berhasil diraih Owi, yang tidak hanya mengharumkan namanya tapi juga Indonesia.

Diantaranya, berhasil menyumbang medali emas ganda campuran di Olimpiade Rio de Janeiro bersama Liliyana Natsir yang sudah lebih dulu pensiun.

Tontowi/Liliyana juga merupakan Juara Dunia 2013 dan 2017. Mereka juga membuat sejarah dengan meraih gelar hat-trick di turnamen bergengsi All England pada tahun 2012, 2013 dan 2014.

“Tontowi adalah seorang pekerja keras, tekun, tidak pernah mengenal lelah, terutama kalau dia sedang dapat tantangan. Saya kira ini bisa menjadi contoh teladan bagi atlet-atlet muda, kerja keras dan disiplinnya patut dicontoh,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti mengatakan bahwa gantung raket adalah momen yang akan dialami oleh setiap atlet, termasuk Tontowi.

Meski begitu, mundurnya Tontowi tentunya menjadi sebuah kehilangan bagi tim pelatnas. Sebab, sebagai atlet dengan segudang prestasi, Tontowi merupakan figur panutan bagi para juniornya di pelatnas.

“Tontowi adalah salah satu atlet terbaik di sektor ganda campuran. Dedikasi, disiplin dan komitmennya luar biasa. Ini yang membuat dia bisa meraih banyak gelar juara dan masuk dalam jajaran elit dunia,” tandasnya.

(zul/pojoksatu)