BAM Ajukan Jadwal Baru Malaysia Open 2020

Ilustrasi Bulu Tangkis, bwf, virus corona, drawing piala sudirman
Ilustrasi Bulu Tangkis.

POJOKSATU.id, JAKARTA – Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM) dilaporkan tengah mengajukan kembali proposal pengajuan jadwal baru Malaysia Open 2020 kepada Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).


Diketahui sebelumnya, kejuaraan Super 750 itu ditunda karena pandemi Covid-19.

Sekretaris Jenderal BAM Kenny Goh mengatakan, ada kemungkinan turnamen BWF World Tour Super 750 tersebut akan digelar pada 24 sampai 29 November.

“Kami telah mengajukan ke BWF agar Malaysia Open bisa digelar pada akhir November. Kami berharap Malaysia Open dapat berlangsung,” katanya dikutip dari Surat Kabar Malaysia The Star, Kamis (30/4).


Kenny Goh pun berharap agar BWF segera memberi jawaban agar pihaknya bisa mempersiapkan gelaran Malaysia Open 2020 sebaik mungkin.

Namun disadari betul, rencana itu masih sangat tergantung dengan kondisi global terkait persebaran pandemi Covid-19 yang belum bisa terkontrol hingga saat ini.

Meski di beberapa negara angka positif Covid-19 telah menurun, tetapi vaksin untuk pencegahan dan pengobatan virus belum ditemukan.

Selain itu, BAM juga menyadari jika proposal tersebut bisa saja ditolak BWF karena jadwal turnamen bulu tangkis pada akhir 2020 sudah cukup padat. Ada Swiss Open, India Open, Singapura Open, Kejuaraan Asia, Thailand Open, dan Indonesia Open.

Kecuali Thailand dan Indonesia, kejuaraan yang lain adalah turnamen yang memberikan peringkat untuk kualifikasi Olimpiade Tokyo.

Selain itu, slot pekan terakhir November juga telah diisi Korea Masters 2020. “Kalender kompetisi akan berlangsung sangat padat hingga Desember. Apalagi jika ada dua turnamen World Tour di pekan yang sama,” ujarnya.

“Pada kondisi normal, BWF tidak akan mengizinkan dua kejuaraan besar berlangsung pada waktu yang sama. Namun, saya rasa tahun ini ada pengecualian,” tambahnya.

Sejak 16 Maret 2020 seluruh turnamen ditangguhkan hingga setidaknya bulan Juli atau Agustus. Alhasil banyak turnamen harus dibatalkan atau pindah jadwal ke akhir tahun, salah satunya juga dialami oleh Thomas dan Uber Cup 2020.

(jpc/pojoksatu)