Jalani Karantina, Greysia Polii Belajar Main Piano

Ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu juara Indonesia Masters 2020. ft/pbsi
Ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu saat raih gelar juara Indonesia Masters 2020. ft/pbsi

POJOKSATU.id, JAKARTA – Greysia Polii bercerita tentang kegiatan yang dilakukannya selama karantina di Pelatnas.


Selain latihan, Greysia mengaku, dirinya bisa melakukan kegiatan yang sudah lama ia inginkan. Yakni bermain piano.

“Memang pengin banget sejak lama, tapi nggak pernah punya waktu untuk mainin pianonya. Di rumah jarang, di asrama juga jarang karena selalu pergi bertanding. Di asrama kalau pulang latihan sudah capek, mendingan waktunya dipakai tidur,” katanya dalam siaran pers PP PBSI.

Greysia mulai merasakan dampak wabah Covid-19 sepulangnya dari turnamen bergengsi All England 2020. Seluruh tim yang baru kembali dari luar negeri diwajibkan untuk mengikuti isolasi mandiri di Pelatnas Cipayung selama 14 hari.


Pemain ganda putri Indonesia ini mengaku merasa tenang saat menjalani karantina sepulang dari All England. Sebab, ia tidak harus dikejar-kejar dengan jadwal latihan untuk persiapan pertandingan berikutnya.

Terlebih lagi dengan banyaknya jadwal pertandingan yang ditunda hingga dibatalkan, Greysia pun menuturkan tidak merasa khawatir akan tertinggal dari para pesaingnya.

“Dulu kalau libur, sehari dua hari masih oke. Di hari ketiga rasanya mau buru-buru latihan lagi. Sekarang kan ibaratnya dunia juga sedang beristirahat, saya nggak kepikiran ketinggalan dari lawan yang sudah latihan, jadi kali ini lebih peaceful,” ucapnya.

“Bukannya gimana ya, tapi biasanya kan atlet dari kecil memang jadwalnya padat. Kami ada tuntutan selalu dalam peforma yang bagus sehingga bisa bersaing, bukan cuma nasional tapi di dunia. Dari dulu sudah memikirkan target, begitu terus dari kecil, jadi masa sekarang ini saya manfaatkan untuk rehat, bukan cuma fisik tapi juga pikiran,” sambungnya.

Meski begitu, Greysia tetap mempersiapkan diri ke Olimpiade 2020 yang diselenggarakan tahun depan.

“Persiapannya lebih ke mental dan pikirannya dulu. Biar gimana pun kemarin kan rasanya olimpiade sudah di depan mata, tiba-tiba ditunda. Jadi saya lebih jaga mood, apalagi di umur saya sekarang, banyak yang harus dipertimbangkan dan dipikirkan,” tuturnya.

Greysia juga menuturkan bahwa ia berusaha untuk menjaga peak performance-nya hingga olimpiade tahun depan. Mulai dari kekuatan mental, self control dan menjaga mood-nya. Performa secara fisik pelan-pelan akan ia tingkatkan jika nanti sudah bisa berlatih dengan normal.

Lebih lanjut, Greysia pun berharap pandemi Covid-19 segera berakhir. “Saya banyak menenangkan diri, sudah kayak pasrah, berserah, dengan keadaan gini kita nggak bisa kontrol situasi di luar kemampuan kita. Lebih sering introspeksi diri,” tandasnya.

Browser anti blokir Kojop sudah bisa diunduh di Play Store, klik bit.ly/kojop

(zul/pojoksatu)