PBSI Tunggu Keputusan BWF Soal All England 2020

piala thomas dan uber,
Foto Ilustrasi: Bulu Tangkis

POJOKSATU.id, JAKARTA – PBSI mengaku hingga saat ini pihaknya masih menunggu keputusan BWF soal penyelanggaraan turnamen All England di Birmingham Arena pada 11 sampai 15 Maret mendatang.


Saat ini, perkembangan virus korona yang sudah mulai menyebar ke Eropa. Hal ini berdampak pada sejumlah event olah raga.

Tercatat, ada tiga ajang di Eropa terganggu dengan merebaknya virus korona. Italian Junior 2020 yang tinggal memainkan semifinal dan final akhirnya batal karena meledaknya virus korona di Italia.


Dampaknya, Indonesia yang berpeluang menyapu bersih lima gelar akhirnya harus gigit jari. Namun, belakangan, BWF memastikan bahwa poin yang sudah dikumpulkan tidak akan hangus.

Sementara itu dua ajang yang masuk kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 di Eropa yakni German Open dan Polish Open dibatalkan dari rencana semula.

Melalui Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti, dikatakan, pihaknya masih menunggu apakah All England tetap digelar atau dibatalkan.

“Kami juga bingung, BWF belum memutuskan All England ini dicancel atau gimana. Rencana 8 Maret kami berangkat,” katanya.

Meski begitu, Susy memastikan, apapun nasib All England ke depan para atlet Indonesia tetap berlatih dalam intensitas yang normal. Sama seperti biasanya.

Terlebih, saat-saat ini penting jelang Olimpiade Tokyo 2020.

Sebelumnya, pada 26 Februari lalu, Federasi Bulu Tangkis Inggris (Badminton England) mengeluarkan siaran pers resmi. Intinya, All England 2020 akan tetap digelar sesuai rencana dan tidak ada perubahan.

Badminton England akan terus berkoordinasi dengan badan kesehatan Inggris untuk memantau perkembangan virus korona.

Badminton England pun mengklaim sudah melakukan beberapa upaya agar turnamen tertua di dunia itu tetap terlaksana sesuai dengan jadwal.

Mulai dari melakukan upaya-upaya kesehatan dan sterilisasi di Arena Birmingham hingga bekerja sama dengan pihak bandara Internasional Birmingham untuk melakukan proses pemeriksaan secara ketat kepada pengunjung yang datang ke wilayah itu.

(jpc/pojoksatu)