Pensiun, Orang Terdekat Liliyana Natsir Mengaku Kehilangan

kutukan istora senayan, indonesia masters 2018, owi/butet
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. (Twitter Badminton Indonesia)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Liliyana Natsir alias Butet memutuskan untuk pensiun. Keputusan ini membuat orang-orang terdekatnya bersedih.


Sosok yang mengaku paling kehilangan Butet adalah sang pelatih, Richard Mainaky. Buat Richard, sosok Butet sebagai anak didik maupun atlet andalan sungguh tidak tergantikan.

“Saya sangat kehilangan. Saya rasa sekarang ini susah sekali mencari seorang atlet seperti Butet. Bukan cuma di Indonesia saja, tapi di seluruh dunia,” ujar Richard, dilansir JawaPos.


Sosok kedua yang merasa kehilangan adalan mantan rekan duetnya saat di sektor ganda putri, Vita Marissa.

Sambil menitikkan air mata, Vita mengatakan bahwa hari-harinya dalam beberapa waktu ke depan tidak akan lagi sama tanpa keberadaan Butet.

Sebelum dengan Tontowi Ahmad, Butet sempat dipasangkan dengan Nova Widianto. Bersama Nova, mereka menjadi juara dunia tahun 2007 dan meraih medali perak Olimpiade Beijing 2008.

“Butet adalah partner yang luar biasa. Dari mulai latihan saja dia sudah sangat semangat. Pasti akan susah sekali menggantikan dia,” ujar Nova.

Terakhir, sosok yang merasa kehilangan tentunya sang patner sejak 2010, Tontowi alias Owi.

“Tentu sangat kehilangan. Butet adalah salah satu orang yang mengembangkan permainan saya. Kami ketemu setiap hari, latihan setiap hari. Sedih pastinya,” kata Owi.

Sementara itu, malang melintang secara profesional di dunia tepok bulu angsa sejak tahun 2002, Butet mencatatkan prestasi luar biasa.

Ia pernah meraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016, empat gelar juara dunia (2005, 2007, 2013, 2017), tiga gelar juara All England (2012, 2013, 2014).

Tidak hanya itu, ia juga meraih lima medali emas SEA Games (2005, 2007 nomor beregu dan perorangan, 2009, 2011) serta 34 gelar juara turnamen BWF (1 gelar BWF World Tour, 23 gelar BWF Superseries, 10 gelar BWF Grand Prix).

(jpc/pojoksatu)