POJOKSATU.id, PEMAIN voli Megawati Hangestri Putri mengungkapkan alasannya tak memperpanjang karir bersama klub Korea Selatan, Red Sparks, meski namanya sedang di atas daun.
Megawati Hangestri memastikan memang keputusannya yang lagi ingin meneruskan kebersamaan dengan Red Sparks.
"Aku yang enggak mau (kontrak diperpajnang), hidup itu pilihan," tegas Megawati Hangestri di Podcast Deddy Corbuzier, Selasa, 20 Mei 2025.
Dia mengatakan kembali ke Indonesia dan memperkuat Gresik Petrokimia dengan harapan liga voli nasional juga bisa jadi sorotan.
"Sebelum kontrak habis (dengan Red Sparks) sudah ditelepon (tawaran ke Gresik). Aku kan sama Bank Jatim, kita enggak ikut Proliga, teleponlah manajer untuk gabung (Gresik) bantu. Itu pas aku masih belum cedera, okeh aku bilang bisa," jelasnya.
Namun, sejalan dengan waktu, dirinya cedera saat membela Red Sparks di partai final. Dan, Gresik masih tetap menginginkannya.
"Aku sempat bilang kontrak diputus aja, karenaku cedera, tapi pihak Petro support. Aku enggak bisa kasih yang terbaik, (pihak klub bilang) 'enggak apa-apa kamu datang aja, orang senang kamu muncul, kamu datang di lapangan main sebentar, orang senang dari situ," ungkapnya.
Mega tak menyesal membela klub lokal dan meninggalkan karirnya di Korea. "Why not, aku main di Indonesia sebagus main di Korea, berarti aku menjunjung tinggi negara aku senditi, jadi level Proliga jadi lebih naik, jadi di kancah dunia (melihat), 'liganya (Indonesia) bagus'," tuturnya.
Baca Juga: Anggaran Pendidikan Disiapkan Rp 761 Triliun di APBN 2026, Sektor Kesehatan Rp 228 Triliun
"Aku pengen membuktikan kenapa di negara orang bisa, kenapa di negara sendiri enggak bisa," sambungnya.
Pun demikian, Mega mengakui ada alasan lain meninggalkan karirnya di Korea. Salah satunya ibunya, dia tak ingin kehilangan kebersamaan dengan perempuan yang disayangnya itu.
"Aku balik dulu ke Indoensia, aku capek dua tahun, aku jarang ketemu mama, pengen menghabiskan waktu sama keluarga. (Sebelumnbya), jarang banget sama keluarga, aku enggak pengen kehilangan lagi (ayahnya telah meninggal)," sebutnya.
Mega menenkan tak terlalu mengejar uang. Dia yakin, kalau skill bagus, uang akan datang dengan sendirinya.
Bahkan, dia mengungkapkan di Gresik Petrokimia sempat meminta gajinya dikurangi. Karena tidak bisa tampil maksimal.
"Aku tipe kalau misal kayak di Proliga, gaji aku kurangi aja, mainku soalnya enggak full
buat apa kamu bayar aku, main enggak full. Aku merasa enggak cocok worth it, aku melakukan pekerjaan sesuai harga. Aku orangnya kayak gitu," bebernya.
"Jadi pihak tim kasih segini, aku bilang ini terlalu banyak, aku merasa kurang pas aja duit segini
kalau kinerjaku bagus," sebutnya.
Jadi Pemain Voli asal Usulan Ayahnya
Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Mega menceritakan kalau dirinya jadi pemain voli setelah anjuran ayahnya, karena melihat posturnya yang tinggi.
Dia sempat menentang, karena lebih suka sepak bola. "Aku sukanya sepak bola dulu, karena temannya banyak cowok, aku tomboy. (Ayahnya bilang) kamu tinggi sayang anget, aku enggak mau latihan, aku alasan sakit, sampai dipaksa," ungkapnya.
Namun, dari terpaksa dirinya menemukan kenikmatan bermain voli. "Banyak teman, dapat duit, jadi kayak punya relasi, jadi dari itu aku suka, aku bersyukur dipaksa begitu," akunya.
Bahkan, ke Korea juga usulan ayahnya. Tapi sayangnya, saat dirinya berhasil ke Korea, ayahnya belum sempat melihat, karena meninggal dunia,
"Enggak lama ayah sakit pada November 2022, sakit stroke, tumor paru-paru. Dari situ coba aja kata ayah (ke Korea), akhirnya aku coba, pas aku coba ayah meninggal, aku mikirnya kenapa harus meninggal duluan," ujarnya sambil menangis.
Tetapi, dia tak ingin menyalahkan takdir Tuhan. Sebab, apa yang dijalaninya adalah usulan ayahnya semasa hidup.
"Ayah belum lihat aku di Korea. Mungkin ini cara Tuhan kasih aku kehilangan, aku dapat banyak," pungkas Megawati. ***
