Bintang NBA Ini Rela Nyetir Mobil 15 Jam Demi Solidaritas untuk George Floyd

Jaylen Brown ikut turun ke jalan sebagai bentuk protes terhadap pembunuhan George Floyd. (Complex Sports).

POJOKSATU.id, JAKARTA – Aksi protes atas kematian warga Minneapolis, George Floyd terus mengemuka. Para atlet top telah menyuarakan kecaman lewat media sosial masing-masing.


Tidak hanya itu, beberapa dari mereka bahkan memilih turun ke jalan untuk mengikuti aksi damai. Salah satunya, seperti yang dilakukan bintang Boston Celtics Jaylen Brown Sabtu lalu (Minggu WIB).

Demi mengikuti aksi tersebut, Brown bahkan rela mengemudikan sendiri mobilnya selama 15 jam dari Boston menuju Atlanta.


Diketahui, pemain 23 tahun itu langsung berunjuk rasa di jalanan Atlanta. Dia ditemani shooting guard Indiana Pacers Malcolm Brogdon dan pemain NBA G-League Justin Anderson.

Berdasarkan kumpulan foto yang beredar di media sosial, terlihat Brown memimpin kelompok unjuk rasa tersebut dengan membawa sebuah pengeras suara. Dia juga membawa poster bertulisan “I Can’t Breathe”, kalimat terakhir Floyd sebelum tewas dianiaya polisi Minneapolis.

“Menjadi selebriti, menjadi pemain NBA, tidak akan menghentikan aku untuk terlibat dalam percakapan soal ini. Pertama dan terpenting, aku adalah anggota dari komunitas ini… Kami meningkatkan kepedulian orang untuk melihat ketidakadilan. Ini tidak bagus,” paparnya dalam sesi live di Instagram pribadinya dikutip AFP.

“Sebagai anak muda, kalian harus mendengarkan perspektif kami. Suara kami harus didengarkan. Usiaku 23 tahun. Aku tidak tahu jawaban dari setiap pertanyaan. Tapi, aku tahu apa yang dirasakan semua orang, tentu saja. Tidak perlu bertanya lagi,” tegasnya.

Bukan hanya Brown, sehari sebelumnya, mantan bintang NBA Stephen Jackson, yang merupakan teman dekat Floyd, berpidato di depan Balai Kota Minneapolis.

“Sering kali, ketika polisi melakukan sesuatu yang mereka tahu itu salah, hal pertama yang mereka lakukan adalah menutupinya. Juga mengarang alasan untuk membuatnya seperti kecelakaan. Bahkan tindakan yang perlu. Sejak kapan pembunuhan itu perlu?” kecam Jackson.

“Tapi, kalau (yang mati itu) orang kulit hitam, tidak apa-apa,” imbuhnya tajam.

Bintang-bintang NBA lain ikut mengambil sikap akan aksi kekerasan polisi tersebut. LeBron James mengaku sangat sakit hati melihat rekaman video Floyd yang viral.

Dalam video itu, polisi bernama Derek Chauvin menindih leher Floyd dengan lutut dalam posisi tangan terborgol. Floyd merintih tidak bisa bernapas sebelum meninggal.

(jpc/pojoksatu)