POJOKSATU.id - Kontingen Indonesia sudah mengumpulkan 24 medali di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, tetapi posisinya masih tertahan di peringkat ke-14.
Berdasarkan pembaruan klasemen yang tersedia, Indonesia mengoleksi dua emas, lima perak, dan 17 perunggu.
Indonesia mengoleksi lebih banyak medali dibandingkan Malaysia, tetapi tetap berada di bawah negara tetangganya tersebut.
Malaysia memiliki 16 medali, terdiri atas enam emas, dua perak, dan delapan perunggu berdasarkan pembaruan Minggu sore.
Baca Juga: Bukan Bangun Kampung Atlet, Jepang Sewa Kapal Pesiar: Ini Alasan Costa Serena Jadi ‘Desa’ di Laut
Dengan demikian, Indonesia memiliki delapan medali lebih banyak dibandingkan Malaysia secara keseluruhan.
Namun, Malaysia unggul empat medali emas sehingga menempati posisi ke-10, sementara Indonesia berada di peringkat ke-14.
Banyak Medali, Minim Emas
Perbedaan tersebut memperlihatkan betapa pentingnya emas dalam menentukan posisi klasemen Asian Games.
Indonesia memiliki 17 medali perunggu, jumlah yang jauh lebih banyak dibandingkan enam emas milik Malaysia.
Baca Juga: Dari Bangkok 1998 ke Aichi-Nagoya 2026, Indonesia Kembali Kalahkan China di Final Asian Games
Bahkan jumlah total medali Indonesia juga mendekati Thailand yang berada di papan atas klasemen.
Thailand tercatat memiliki 26 medali dengan sembilan emas, tujuh perak, dan sepuluh perunggu.
Artinya, Thailand hanya mengoleksi dua medali lebih banyak daripada Indonesia, tetapi mempunyai enam emas tambahan.
Situasi serupa terlihat pada India yang mengoleksi 37 medali dengan empat emas, 16 perak, dan 17 perunggu.
India berada di atas Indonesia karena memiliki dua emas lebih banyak meskipun jumlah medalinya tidak terpaut jauh.
Kondisi ini membuat perburuan emas menjadi sangat penting bagi Indonesia dalam sisa pertandingan Asian Games 2026.
Dua Emas Indonesia Datang dari Dua Cabang
Indonesia sejauh ini memperoleh emas melalui bulu tangkis beregu putra dan angkat besi.
Emas angkat besi dipersembahkan Rahmat Erwin Abdullah melalui penampilan spektakuler di kelas 75 kilogram putra.
Rahmat mencatat total angkatan 366 kilogram dari snatch 160 kilogram dan clean and jerk 206 kilogram.
Catatan tersebut sekaligus membawanya memecahkan rekor dunia pada total angkatan dan clean and jerk.
Tambahan emas Rahmat membuat Indonesia memiliki dua emas setelah sebelumnya berjaya melalui nomor beregu putra bulu tangkis.
Sementara itu, 17 medali perunggu menjadi bagian terbesar dari total 23 medali Indonesia sejauh ini.
Komposisi tersebut menjelaskan mengapa posisi Indonesia belum setinggi beberapa negara dengan jumlah medali total lebih sedikit.
Perjalanan Asian Games masih panjang karena pertandingan berlangsung hingga 4 Oktober 2026.
Indonesia masih memiliki peluang menambah emas dari sejumlah cabang olahraga yang belum menyelesaikan seluruh pertandingan.
Karena itu, tambahan emas akan menjadi faktor paling menentukan bagi perubahan posisi Indonesia dalam klasemen berikutnya.***

