Bulutangkis Beregu Putra Indonesia Gagal Ulang Kejayaan di Asian Games 1998 Bangkok

Bulutangkis putra beregu Indonesia takluk di tangan Cina di final sehingga gagal mempersembahkan medali emas (antaranews.com)
Ilustrasi/Bulutangkis putra beregu Indonesia takluk di tangan Cina di final sehingga gagal mempersembahkan medali emas (antaranews.com)

POJOKSATU.id, JAKARTA – Tim bulutangkis beregu putra Indonesia gagal mengulang kejayaan mempersembahkan medali emas di ajang Asian Games sejak 20 tahun terakhir.


Terakhir, tim bulutangkis beregu putra Indonesia mempersembahkan medali emas di Asian Games 1998 Bangkok, Thailand.

Namun demikian, hasil di Asian Games 2018 berupa medali perak ini terbilang lebih baik dibandingkan Asian Games sebelumnya.

Bulutangkis Beregu Putra Indonesia Gagal Persembahkan Emas

Pasalnya, di Asian Games 2014 Inchoen, tim bulutangkis beregu putra Indonesia tak mampu menyumbang medali apapun.


Medali terakhir yang disumbangkan tim beregu putra adalah medali perunggu di Asian Games 2010 Guangzhou.

Sementara bagi Cina sendiri, persembahkan medali emas di Asian Games edisi ke-18 ini seakan mengulang hasil manis mereka di Asian Games 2010 Guangzhou.

Sedangkan di edisi sebelumnya, yakni Asian Games 2014 Inchoen, tim beregu putra Cina hanya mampu meraih medali perak setelah dikandaskan Korea Selatan di final.

Tim bulutangkis beregu putra Cina sendiri mengandaskan Indonesia dengan skor 3-1 setelah dua tunggal mereka yakni, Shi Yuqi dan Chen Long sukses mengalahkan lawan-lawannya.

Yuqi mengandaskan Anthony Ginting lewat rubber set (14-21, 23-21, 21-20, pun halnya dengan Chen Long yang membungkan Jonathan Christie lewat permainan panjang nan melelahkan tiga set 21-19, 16-21, 18-21.

Indonesia sempat mendapat asa setelah ganda mereka,Marcus Gideon/Kevin Sanjaya mengandaskan  Li Junhui/Liu Yuchen dengan dua set langsung 21-17, 21-18.

Namun, Cina pun akhirnya sukses menyegel medali emas setelah ganda kedua mereka, Zhang Nan/Liu Chen sukses menundukkan ganda kedua Indonesia Fajar Alfian/M. Rian Ardianto lewat tiga set 21-18, 17-21, 21-18.

(qur/pojoksatu)