Raih Penghargaan Bergengsi dari BWF, Fajar/Rian Nangis Ingat Perjuangannya Bangkit Tahun Ini

Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto meraih penghargaan Most Improved Player of The Year versi BWF untuk tahun 2022 di Bangkok, Senin (5/12) malam. Foto: bwf
Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto meraih penghargaan Most Improved Player of The Year versi BWF untuk tahun 2022 di Bangkok, Senin (5/12) malam. Foto: bwf

POJOKSATU.ID, BANGKOK – Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto tak kuasa menahan tangis haru saat dinobatkan sebagai Most Improved Player of The Year dari BWF.


Pada acara yang berlangsung di Bangkok, Thailand, Senin (5/12/2022) malam WIB, Badminton World Federation (BWF) memberikan penghargaan kepada pebulu tangkis terbaik dan para badminton terbaik sepanjang tahun 2022.

Dari empat wakil Merah Putih yang masuk nominasi, satu gelar sukses dibawa pulang ganda putra, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto.

Peraih medali perak Asian Games 2018 itu dianugerahi most improved player of the year dari BWF.


Gelar individu tersebut bisa dibilang menjadi ajang pembuktian Fajar/Rian seusai tahun lalu tampil kurang konsisten.

BACA JUGA : Fajar/Rian Raih Most Improved Player of The Year versi BWF 2022, Ini Daftar Pemenang Penghargaan Lainnya

Tahun ini, pasangan berakronim FajRi itu delapan kali masuk final dan merebut empat gelar juara BWF World Tour.

Atas prestasi tersebut, ganda putra ranking tiga dunia itu mengalahkan sejumlah nominasi, seperti tunggal putra India, Prannoy HS (India) dan ganda putri Korea, Jeong Na-eun/Kim Hye-jeong.

Fajar/Rian sendiri mengaku bersyukur dengan penghargaan individu yang diberikan BWF.

Maklum, pada awal tahun performa ganda putra ranking tiga dunia itu kurang begitu apik karena sering tersingkir di babak awal.

Fajar/Rian pun tak kuasa menahan air matanya mengingat kembali perjuangan mereka bangkit dari keterpurukan.

BACA JUGA : Siaran Langsung BWF World Tour Finals 2022 Bisa Melalui Platform Ini, Mulai 7-12 Desember

“Bersyukur atas penghargaan yang diberikan. Saya sangat terharu karena tidak mudah perjuangannya untuk bisa bangkit dan memenangi ini,” ungkap Fajar dalam rilis tertulis dikutip Pojoksatu.id dari Jpnn.com.

Diharapkan penghargaan dari BWF ini bisa membangkitkan kepercayaan diri Fajar/Rian dalam setiap pertandingan.

Setelah selalu berada di bawah bayang-bayang dua seniornya, Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo serta Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, FajRi kini perlahan mulai menanjak performanya.

Karena itu, bukan tidak mungkin Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto akan menjadi suksesor dua pendahulunya tersebut di kancah bulu tangkis dunia.

“Dengan penghargaan ini semoga kami lebih baik lagi dan bisa konsisten. Gelar ini menjadi suntikan motivasi untuk kami tampil di BWF World Tour Finals 2022,” tambah Rian.

BACA JUGA : Begini Cara Nonton BWF World Tour Finals 2022 via SPOTV, Mulai DTH hingga Streaming

Sayang, ganda campuran Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati yang juga masuk ke dalam nominasi gagal membawa pulang gelar.

Juara Hylo Open 2022 itu kalah bersaing dengan Kodai Naraoka dalam perebutan gelar individu pemain paling menjanjikan tahun ini.

Dua lagi pemain Indonesia yang masuk ke dalam penghargaan BWF dan gagal membawa pulang gelar ialah Fredy Setiawan/Khalimatus Sadiyah dan Subhan/Rina Marlina.

Kedua pasangan tersebut sejatinya tampil apik di ajang Kejuaraan Dunia Para Badminton yang digelar di Jepang pada November lalu.

Namun, performa apik di Kejuaraan Dunia tidak membuat keduanya membawa pulang gelar individu untuk kategori pasangan terbaik di sektor para-badminton.

Pasangan Jerman, Thomas Wandschneider/Rick Cornell Hellman keluar sebagai pemenang di kategori pasangan terbaik para-badminton 2022.

Sementara itu, pada 2021 terdapat satu wakil Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang merebut penghargaan pasangan bulu tangkis terbaik.

Peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 itu mengalahkan nama-nama pemain, seperti Kim Seyong/Kong Hee Yong (Korea), Wang Chi-Lin/Lee Yang (Taiwan), Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping (China) dan Yuta Watanabe/Arisa Higashino (Jepang).

Adapun satu lagi gelar di sektor para-badminton diraih oleh dan Hary Susanto/Leani Ratri Oktila seusai keduanya berjaya pada ajang Paralimpiade cabang olahraga Para Badminton 2020. (jpnn/medil/pojoksatu)