29 Positif Covid-19 di PON Papua, Begini Respon Menpora Zainuddin Amali

Menpora Zainudi Amali saat meninjau gelaran PON XX Papua, Rabu (6/10). Foto: Kemenpora
Menpora Zainudi Amali saat meninjau gelaran PON XX Papua, Rabu (6/10). Foto: Kemenpora

Menteri kelahiran 16 Maret 1962 itu langsung memerintahkan Panwasrah dan Bidang Kesehatan PON untuk bergegas cepat melakukan tracing kepada mereka yang positif untuk mengetahui di mana tempat mereka tertular.


“Kebanyakan mereka yang positif diketahui setelah melakukan PCR swab test saat akan kembali ke tempatnya masing-masing. Jadi, kalau berdasarkan pengalaman Olimpiade. Atlet kalau mereka terkena Covid-19, pemulihannya sangat cepat karena daya tahan tubuhnya bagus.”

“Saat ini saya langsung berkoordinasi dengan Panwasrah dan Bidang Kesehatan PB PON serta satgas untuk tracing. Hasil dari informasi itu kami bisa menginformasikan rekan satu kamarnya begitu di tracing negatif.”

“Kami juga sedang mencari tahu dari mana mereka bisa tertular karena ini dengan sistem buble to buble,” jelas Menpora Amali.


Saat ini, usai ditemukan kasus penularan Covid-19. Penegakan protokol kesehatan kembali lebih diperketat.

Hal ini dilakukan untuk menghidari penularan virus Covid-19 selama gelaran PON XX Papua.

Selain itu, penyelenggaraan PON Papua juga mendorong masyarakat untuk melakukan vaksin. Hal ini dimaksudkan untuk lebih memperkecil penularan Covid-19.

“Hampir di semua klaster ada kasus, saya minta semua tetap menjaga protokol kesehatan,” tambah Amali.

Pada atlet, pelatih, ofisial dan perangkat pertandingan yang tertular sejatinya tidak terdeteksi saat mereka melakukan tes PCR saat datang ke gelaran PON XX Papua.

Masa inkubasi virus yang berlangsung selama 7 sampai 14 hari membuat yang tertular pada awalnya tidak terdeteksi.

Baru saat gelaran PON berlangsung dan mereka sudah masuk bubble serta ketika mereka pulang baru virus tersebut terdeteksi.