Terlalu Ketat, Novak Djokovic Kritik Rencana Protokol Kesehatan di AS Terbuka

Petenis asal Serbia, Novak Djokovic, wimbeldon 2019
Petenis asal Serbia, Novak Djokovic.

POJOKSATU.id, JAKARTA – Novak Djokovic mengkritik rencana protokol kesehatan yang bakal diterapkan pada Grand Slam Amerika Serikat (AS) Terbuka, yang dijadwalkan digelar mulai 31 Agustus mendatang.


Hal tersebut disampaikan setelah mendapatkan bocoran aturan yang akan diterapkan setelah ngobrol dengan salah seorang pimpinan asosiasi tenis dunia.

Petenis nomor satu dunia itu menyebut protokol kesehatan yang bakal diberlakukan terlalu ekstrem.

“Salah satu contohnya, kami tidak akan mendapatkan akses menuju Manhattan. Kami juga harus tidur di hotel bandara untuk menjalani tes kesehatan dua atau tiga kali per pekan,” katanya dalam wawancara dengan televisi lokal, Serbia Prva TV, seperti dikutip BBC.


Selain itu, dikatakannya, setiap petenis hanya diizinkan ditemani satu orang. Padahal, setidaknya mereka membutuhkan tiga orang.

“Selain itu, kami hanya diizinkan ditemani satu orang ke klub (kompleks Billie Jean King, Red). Itu nggak mungkin. Maksudku, setiap petenis kan butuh paling tidak pelatih, pelatih fitnes, dan fisioterapis,” jelas Nole.

“Belum pasti turnamen tersebut (AS Terbuka, Red) bisa digelar atau tidak,” imbuhnya.

Lebih lanjut, pemilik tiga gelar AS Terbuka itu mengungkapkan, ada alasan finansial yang membuat penyelenggara memaksakan grand slam penutup tahun ini tetap diadakan.

“Sebenarnya, hal tersebut bisa dipahami. Tapi, masalahnya, berapa petenis yang mau bermain dengan aturan-aturan seperti itu,” tandasnya.

(jpc/pojoksatu)