Olimpiade Tokyo 2020 Ditunda, Begini Respon Kemenpora

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali. Foto: Kemenpora.go.id
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali. Foto: Kemenpora.go.id

POJOKSATU.id, JAKARTA – Penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 yang semula dijadwalkan 24 Juli hingga 9 Agustus mendatang resmi ditunda karena pandemi virus corona.


Ini merupakan pertama kalinya pesta olahraga tersebut ditunda sepanjang sejarah.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) pun memberikan beberapa pernyataan menyikapi penundaan Olimpiade Tokyo 2020.

Pertama, Kemenpora menghormati sepenuhnya Pernyataan Bersama IOC dan the Tokyo 2020 Organising Committee.


Kedua, Kemenpora juga mengapresiasi sikap kenegarawanan Pimpinan IOC dan Pemerimtah Jepang yang lebih mengutamakan keselamatan seluruh atlet dan semua pihak yang akan terlibat dalam Olimpiade tersebut, sehingga event Olimpiade diusahakan dapat terlaksana paling lambat musim panas tahun depan.

Ketiga, Kemenpora mendukung sepenuhnya kesepakatan tersebut yang memastikan bahwa Olimpiade Tokyo yang akan berlangsung paling lambat tahun depan akan digabung dengan Paralimpik, sehingga akan bernama Olympic and Paralympic Games Tokyo 2020.

Keempat, khusus kepada NOC Indonesia, NPC Indonesia dan seluruh Pimpinan Cabor serta para atlet yang sudah cukup lama melakukan persiapan, Kemenpora sepenuhnya percaya bahwa mereka ini tentu sangat memahami.

Pasalnya, penundaan ini tidak hanya berdampak pada Indonesia, tetapi juga seluruh negara di dunia, dan apalagi kerepotannya Pemerintah Jepang.

Kelima, Kemenpora pun berharap para atlet khususnya yang sudah dan belum lolos pra olimpiade dan pra paralimpik untuk tetap semangat dalam berlatih dengan pola yang sangat sederhana dan tidak crowded namun dengan tetap memperhatikan situasi dan kondisi akibat masih merebaknya virus Corona.

Keenam, Kemenpora juga minta kepada pihak-pihak yang melakukan pelatnas untuk mengutamakan social and physical distance, menjaga kesehatan sesuai protokol olahraga, jika terpaksa dengan long distance supervision, disesuaikan dengan anggaran yang tersedia.

Selanjutnya ketujuh, Kemenpora bersama NOC dan NPC akan segera mereview ulang kebutuhan anggaran yang tersedia karena pemerintah sedang memfokuskan pada penanganan pencegahan merebaknya virus Corona.

Terakhir, Komitmen Pemerintah dan NOC bagi rencana promosi Indonesia untuk bidding Olimpiade 2032 tetap tidak berubah.

Itulah sebabnya Pemerintah Indonesia dan NOC dalam sikapnya terhadap rencana jadi atau ditundanya Olimpiade Tokyo 2020 berada pada posisi tidak ingin merepotkan IOC dan Pemerintah Jepang serta NOC Jepang plus Tokyo Olympic Games Organizing Committe.

Browser anti blokir Kojop bisa diunduh di PlayStore, klik bit.ly/kojop

(jpnn/pojoksatu)