Triple-Double dan MVP buat Komink

LAWAN KUTUKAN: Big man Pelita Jaya Ponsianus Nyo man Indrawan (kiri) terpilih sebagai MVP seri IX Ba n dung. Dia adalah MVP musim lalu. (Foto : WAHYUDIN/JAWA POS)
LAWAN KUTUKAN: Big man Pelita Jaya Ponsianus Nyo man Indrawan (kiri) terpilih sebagai MVP seri IX Ba n dung. Dia adalah MVP musim lalu. (Foto : WAHYUDIN/JAWA POS)
LAWAN KUTUKAN: Big man Pelita Jaya Ponsianus Nyo man Indrawan (kiri) terpilih sebagai MVP seri IX Ba n dung. Dia adalah MVP musim lalu. (Foto : WAHYUDIN/JAWA POS)

POJOKSATU- Musim lalu Ponsianus Nyoman ”Komink” Indrawan keluar sebagai MVP (Most Valuable Player) di IndiHome NBL Indonesia. Meski begitu, dia masih bisa menjaga performanya untuk tetap konsisten. Dia seolah mematahkan tradisi para MVP yang jeblok di musim berikutnya.

Pada musim pertama, I Made ”Lolik” Sudiadnyana keluar sebagai MVP dan musim berikutnya dia sudah pensiun. Kemudian, musim berikutnya secara beruntun Yanuar Dwi Priasmoro dan Pringgo Regowo. Keduanya punya masalah cedera di musim setelah MVP.

Bahkan, musim ini Pringgo tidak lagi bermain karena bermasalah dengan manajemen M88 Aspac Jakarta. Itu berbeda dengan Komink yang tetap konsisten. Bahkan, pada seri IX di Bandung, dia meraih Honda MVP of the Series.

Dia menyisihkan rekan setimnya di Pelita Jaya Energi MP Jakarta, Adhi Pratama, dan Yanuar dari Bimasakti. Raihan triple-double ketika menang atas NSH GMC GSBC Jakarta 86-51 (28/3) kian menegaskan performa hebatnya.


Dalam tiga pertandingan di Bandung, efisiensi Komink mencapai 66 poin. ”Saat ini saya tidak fokus mengejar gelar individu. Keinginan saya hanya untuk tim dan membawa Pelita Jaya juara. Itulah yang belum saya dapatkan,” terang Komink.

Bintang muda Satria Muda Kevin Yonas Sitorus juga bermain hebat pada dua game awal di Bandung. Total, selama dua game itu saja, dia mampu mengemas efisiensi 54 poin. Sayangnya, performanya jeblok ketika melawan Garuda. Dia melakukan banyak foul.

Alhasil, Kevin tidak masuk tiga besar MVP. Dia hanya berada di urutan kedua pada Tolak Angin Player Defensive of the Series di bawah big man JNE BSC Bandung Utama Andre Tiara. (wam/mid/c19/ham)