Rakercab TI Kota di Puncak

KOMPAK : Pengurus Taekwondo Indonesia Kota Bekasi kompak berpose bersama usai melaksanakan Rakercab di Puncak, Bogor. IRWAN/RADAR BEKASI
KOMPAK : Pengurus Taekwondo Indonesia Kota Bekasi kompak berpose bersama usai melaksanakan Rakercab di Puncak, Bogor. IRWAN/RADAR BEKASI
KOMPAK : Pengurus Taekwondo Indonesia Kota Bekasi kompak berpose bersama usai melaksanakan Rakercab di Puncak, Bogor. IRWAN/RADAR BEKASI

POJOKSATU – Pengurus Taekwondo Indonesia (TI) Kota Bekasi kemarin (29/3) baru saja menyelenggarakan agenda Rapat Kerja Cabang (Rakercab) di Wisma Arga Mulia Kemendikbud Jalan raya puncak Cisarua, Kabupaten Bogor.

Dalam Rakercab tersebut membahas rumusan program kerja Pengcab ke depan. “Program kerja pada masa periode 2015 dirumuskan dalam forum Rakercab,” terang Ketua Harian TI Kota Bekasi, Arwani.

Rakercab ini turut pula dihadiri oleh Wakil Ketua I bidang organisasi KONI Kota Bekasi, Khoiril Astari dan juga Sekertaris Umum Pemprov TI Jabar, Divie.

Khoiril Astari secara resmi membuka forum Rakercab TI Kota Bekasi periode 2015.
Rakercab turut pula diikuti oleh seluruh anggota Pengcab dari masing-masing unit atau dojang taekwondo yang berada di bawah naungan TI Kota Bekasi. “Rakercab juga melibatkan unit taekwondo¬† se-Kota Bekasi,” tambah dia.


Terpisah, Wakil Ketua I bidang organisasi KONI Kota Bekasi, Khairil Ashari menuturkan, melalui agenda TI Kota Bekasi ini diharapkan bisa menuai hasil positif berupa rekomendasi dari hasil Rakercab.

Hasil Rakercab tersebut bisa langsung direkomendasikan kepada pihak KONI Kota Bekasi agar bisa mengakomodir TI Kota Bekasi sesuai dengan rekomendasi hasil Rakercab.

Bicara soal Raker, ujar pria yang akrab dipanggil H Oing ini, KONI Kota Bekasi belum lama ini juga menghelat kegiatan Raker dan menghasilkan suatu rekomendasi  untuk bisa disampaikan kepada Pemerintahan Kota (Pemkot) Bekasi.

Beberapa point hasil raker KONI kemarin antara lain mendorong pembuatan Perda tentang olahraga dengan tujuan agar lebih memperhatikan tingkat kesejahteraan atlet, pelatih, sarana dan prasarana yang representatif.

“Apabila sapras tidak memadai, maka akan sulit untuk mencapai prestasi. KONI Kota Bekasi akan terus berupaya untuk menekankan terhadap Pemkot Bekasi agar lebih memperhatikan kebutuhan dasar atlet,” pungkasnya. (one)