Loudry Maspaitella Jadi Inspirasi BNI Tumbangkan Pertamina

Loudry Maspaitella
Loudry Maspaitella
Loudry Maspaitella

POJOKSATU- Loudry Maspaitella menunjukkan tajinya sebagai legenda hidup voli Indonesia. Tosser berusia 45 tahun itu membuktikannya ketika membantu Jakarta BNI 46 menekuk Jakarta Pertamina Energi dengan skor 3-1 (23-25, 25-22, 25-21, 25-23) di Hall Basket Senayan, Minggu (22/3).

Usia yang sudah sangat senja untuk ukuran atlet profesional tak membuat Loudry kehilangan sentuhannya sebagai pengatur serangan di BNI. Loudry memang tak tampil sepanjang pertandingan.

Ada kalanya dia harus duduk di bangku cadangan. Itu merupakan siasat untuk menjaga kondisi fisiknya yang jauh dari kata memuaskan. Wajar. Sebab, Loudry memang tak menjalani latihan yang memadai sebelum tampil di Proliga 2015.

Sebelum tampil di seri Jakarta, Loudry sudah berjibaku di Probolinggo. Namun, saat itu dia langsung turun gelanggang. Loudry praktis tak memiliki waktu untuk menjalani latihan seperti rekan-rekannya.


“Fisik saya sudah tak bisa dibohongi. Kaki, tangan dan kepala saya sudah tak sejalan. Kaki dan tangan pengennya begini, tapi kepala begitu. Fisik memang menjadi PR terbesar bagi saya,” terang Loudry saat ditemui setelah laga.

Namun, hadirnya Loudry tetap memberikan keuntungan besar bagi BNI. Fisik Loudry memang kalah dibanding pemain lain. Namun, kemampuannya masih bisa diandalkan.

“Kalau fisik, saya sudah pasrah. Dengan waktu yang sangat mepet, tidak mungkin mengejar untuk menyamai seperti pemain lainnya. Tapi, kalau kemampuan masih nempel,” tambah Loudry.

Kini, Loudry dkk sudah ditunggu final four. Menurut Loudry, ada kendala besar yang dimiliki pasukan BNI. Yakni, jebloknya mental para pemain BNI ketika berada di dalam lapangan.

“Anak-anak mentalnya kurang bagus. Ketika sedang leading, mereka malah overacting. Namun, saat kalah, mereka tertekan. Tidak boleh seperti itu. Seharusnya hajar saja,” imbuh Loudry.

Lalu, bagaimana persaingan di final four nanti? Menurut pimpinan cabang BNI Jayapura itu, kekuatan semua tim yang masuk final four merata. Karena itu, mental akan menjadi kunci untuk memetik kemenangan.

“Kesalahan sekecil apapun akan sangat menentukan. Tim yang melakukan kesalahan bisa kalah. Saya juga meminta teman-teman untuk tak bergantung pada saya,” tegas Loudry. (jos/jpnn)