Saatnya Hentikan Rekor SM

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU-Laga super big match langsung tersaji di hari pertama IndiHome NBL Indonesia seri V Batam 2014-2015. Dua kutub besar klub basket Indonesia yang sama-sama memiliki sejarah panjang, M88 Aspac Jakarta dan Satria Muda Britama Jakarta  (SM) bakal bentrok.

Sebagai Juara bertahan, Aspac tentu tak ingin dipermalukan untuk kedua kalinya oleh Satria Muda musim ini. Sementara Satria Muda, mereka masih bernafsu untuk memperpanjang rekor tak terkalahkannya musim ini yang sudah mencapai rekor menang-kalah 13-0.

Secara head to head, Satria Muda masih memimpin. Tim asuhan Cokorda Raka Satrya Wibawa unggul 7-14. Namun, hasil pertandingan antara keduanya memang sulit diprediksi. Dalam dua pertemuan terakhir, Satria Muda dan Aspac saling mengalahkan.

Kali terakhir Aspac mengalahkan Satria Muda di grand final Championship Series 2014. Di laga puncak itu, Aspac mencukur Satria Muda 83-67 (14/6). Sedangkan di pertemuan terakhir keduanya, yakni seri pertama musim ini, Satria Muda berbalik mencukur Aspac 63-73 (6/12).


Namun, angin sepertinya lebih berhembus ke Aspac di pertandingan malam nanti. Berbeda dengan Aspac yang para pemainnya siap tampil 100 persen, beberapa pemain Satria Muda malah sedang dibekap cedera. Yang paling krusial adalah absennya big man muda mereka, Kevin Yonas Argadiba Sitorus. Power forward 20 tahun tersebut harus menepi karena cedera engkel. Center, Anggi Arizki disiapkan untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Kevin.

“Memang agak mepet seri ini. Beberapa baru sembuh cedera seperi Vamiga Michele dan Rony Gunawan. Kontan kami hanya berlatih full team 2 hari sebelum bertolak ke Batam,” tutur coach Wiwin-sapaan akrab Cokorda kemarin.

Namun, meski begitu, Cokorda mengatakan semangat timnya tidak kendur. Keinginan kuat para pemain Satria Muda untuk meneruskan rekor tak terkalahkan di seri Batam menjadi pelecut utama. “Small man Aspac tentu yang harus paling diwaspadai. Biboi, Prastawa, itu tidak boleh lepas,” jelasnya mengomentari calon lawan.

Jika mampu menumbangkan Aspac malam nanti, peluang Satria Muda untuk menyapu bersih seri Batam memang terbuka lebar. Ini lantaran dua laga lain yang akan mereka jalani tidak begitu berat yakni melawan Hangtuah Sumsel IM (6/2) dan Stadium Jakarta (7/2).
Sementara itu, Rastafari Horongbala, pelatih Aspac menuturkan anak asuhnya sudah siap membalas kekalahan mereka di seri I Jakarta lalu (6/12). Itu menjadi kekalahan pertama Aspac di NBL Indonesia musim 2014-2015.

Menurutnya, defense yang ketat menjadi harga mati jika ingin memenangkan laga. “Selain itu, turnover anak-anak harus dikurangi. Pertemuan pertama kami kalah gara gara turnover yang banyak,” jelasnya.

Dalam kaca mata Rastafari, Satria Muda adalah tim dengan kedalaman skuad sangat mumpuni. Tanpa kedisiplinan bermain, nampaknya memang mustahil bisa menghentikan rekor kemenangan mereka. Absennya Kevin di barisan big man Satria Muda bisa jadi celah yang siap dieksploitasi Aspac di pertandingan nanti malam.

“Mereka tetap tim yang sangat stabil. Tidak ada tekanan harus menang karena lawan siapa atau siapa. Yang penting main yang terbaik,” tuturnya. “Saya harap anak-anak bisa menunjukkan level permainan mereka sesungguhnya di laga besok (hari ini, Red),” tambah Rastafari.

Point guard Aspac, Andakara Prastawa Dhyaksa menuturkan timnya harus bermain secara tim jika ingin menang. Dia juga mengatakan bahwa seluruh tim siap bahu membahu untuk bisa mengalahkan musuh bebuyutan mereka ini.

“Semua harus saling bantu. Meski small man, saya akan bantu big man buat jaga under ring. Kita kalah pertama kemarin gara-gara terlalu bermain sendiri-sendiri,” jelas pemain yang saat ini masih tergabung di timnas basket proyeksi SEA Games 2015 itu. (irr)