Tinggal Genjot Tunggal Putri

Bellaetrix Manuputty
Bellaetrix Manuputty
Bellaetrix Manuputty

POJOKSATU- Perhelatan Djarum Superliga 2015 memberikan banyak masukan buat PP PBSI. Salah satunya melihat sektor lemah Indonesia menjelang Piala Sudirman 2015 di Tiongkok Mei mendatang.

Dari kelima sektor, tunggal putri masih menjadi lubang tim Indonesia. Dibanding dua tahun silam, kemampuan Bellaetrix Maniputty dkk cenderung merosot tajam. Termasuk jika ditengok dari sisi rangking.

Kabid Binpres PP PBSI Rexy Mainaky kemarin (2/2) mengatakan empat sektor lainnya mengalami kemajuan dari tahun ke tahun. Termasuk ganda putri yang dua tahun silam di Piala Sudirman adalah sektor yang dipandang sebelah mata.

“Ya kita lihat bahwa Greysia/Nitya (Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari,red.) sudah bisa membuktikan diri di Asian Games 2014 lalu dengan medali emasnya. Sementara tunggal putri belum juga memberikan hasil yang kita harapkan,” kata Rexy.


Rangking pemain putri pun melorot jauh. Saat 2013 lalu menjelang Piala Sudirman, ada Linda Wenifanetri yang masuk rangking 12 besar dunia. Bandingkan rangking Linda sekarang yang ada di posisi 42 dunia. Malah tunggal putri dengan terbaik per kemarin digenggam Adriyanti Firdasari yang nangkring di posisi 29.

“Tunggal putri kita akan kerja keras. Semua pelatih untuk saling membantu sektor tunggal putri. Sekarang saya lagi build up kerja sama team biar lebih solid dari sekarang,” ucap Rexy.

Nah, jika dua tahun silam Rexy hanya mengandalkan ganda putra dan ganda campuran. Maka untuk Piala Sudirman kali ini tunggal putra dan ganda putri juga menjadi andalan.

“Simon sudah menunjukkan permainan yang bagus. Sedang para pelapis seperti Jojo (Jonatan Christie,red.), Ihsan (Ihsan Maulana Mustofa,red.), Anthony (Anthony Sinisuka Ginting,red.), dan Firman (Firman Abdul Kholik,red.) juga berkembang pesat,” tutur Rexy.

Sementara itu, pelatih tunggal putri pelatnas Bambang Supriyanto belum memastikan siapa yang akan menjadi andalan buat Piala Sudirman mendatang. Sebab Bambang yang baru memegang sektor tersebut awal tahun lalu masih penjajakan.

“Tadinya saya memang untuk tunggal putri potensi. Sekarang karena sudah dicampur, jadi gak ada potensi atau prestasi. Makanya saya memulai dari depan,” tutur Bambang. (dra)