Saatnya CLS Kembali Sapu Bersih

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU- CLS Knights Surabaya dan Garuda Kukar Bandung adalah dua tim papan atas atau kerap disebut big five bersama tiga tim lain yakni Satria Muda Britama Jakarta, M88 Aspac Jakarta dan Pelita Jaya Energi Mega Persada Jakarta di kompetisi IndiHome NBL Indonesia. Namun, apa mau dikata, dalam empat seri pertama musim regular 2014-2015, kedua tim belum menunjukkan performa signifikan layaknya sebuah tim papan atas. Akankah mereka bangkit pada IndiHome NBL Indonesia seri V di Batam 4-8 Februari mendatang.

Kans bangkit terbuka lebar bagi CLS Knights Surabaya. Ini lantaran di seri V Batam, Dimaz Muharri dkk tidak menemukan lawan sepadan. Di Batam, tim kebanggaan masyarakat kota Pahlawan bakal tanding tiga kali melawan Satya Wacana ACA LBC Salatiga (4/2), Bimasakti Nikko Steel Malang (6/2), dan tim sekota Pacific Caesar Surabaya (8/2).

Jika tak mampu sapu bersih, predikat sebagai salah satu tim papan atas NBL Indonesia nampaknya patut dikaji ulang dari diri CLS. Dengan rekor menang kalah 9-5 dan poin 23 yang mereka kumpulkan saat ini, sapu bersih akan menjadi modal berharga bagi mereka untuk mengarungi seri-seri selanjutnya. Jika benar-benar terealisasi (sapu bersih), CLS bakal berangkat ke seri VI di kota Solo, 25 Februari-1 Maret mendatang dengan rekor menang-kalah 12-5 dan poin 29.

Dikatakan modal berharga karena di seri Solo nanti menggapai satu kemenangan saja tampaknya bakal sulit bagi skuad asuhan Kim Dong Won ini. Di sana, mereka bakal bermain tiga kali melawan para tim kuat macam Aspac Jakarta, Hangtuah Sumsel IM, dan Pelita Jaya.


Kekuatan CLS sendiri sampai saat ini masih berada dibarisan small man. Jika sedang hot, Sandy Febiansyakh Kurniawan, A.A Ngurah Wisnu, dan Dimaz Muharri siap menggelontor jala lawan dengan tembakan-tembakan jitu mereka.

Ketiganya masih menjadi tiga pemain pendulang poin terbanyak bagi CLS dengan masing-masing membukukan 133, 117, dan 116 poin. Sandy alias keceng masih menjadi motor utama bagi timnya dengan rata-rata mengemas 10, 23 poin per game.

“Kami sangat antusias di seri Batam ini. Semua pemain sedang dalam kondisi yang oke. Jadwal yang ada juga membuat kami yakin bisa sapu bersih lagi seperti di Bandung (seri II),” tutur sang kapten, Dimaz Muharri.

Meski begitu, point guard kelahiran Binjai, Sumatera utara itu juga mengaku belum ada instruksi khusus dari tim pelatih untuk menyapu bersih semua laga di Batam. “Target khususnya belum dibicarakan sama pelatih. Mungkin besok (hari ini, Red). Karena tadi (kemarin, Red) kami masih belum sempat kumpul latihan karena baru sampai di Batam,” tuturnya.

Ketidakhadiran asisten pelatih, Wahyu Widayat Jati yang sedang menemani timnas putri try out di Taiwan juga diyakini tidak mempengaruhi kinerja barisan big man. “Drill sudah diberikan. Jadi tidak ada masalah saya kira,” tambah Dimaz.

Sementara itu, seri V Batam bakal menjadi seri berat selanjutnya bagi Garuda Kukar Bandung. Setelah babak belur di seri IV, Surabaya (main tiga kali, kalah tiga kali) Garuda bakal menjalani jadwal yang masih cukup berat di seri Batam. Apalagi, di seri ini mereka bakal tampil tanpa sang kapten, Wendha Wijaya yang dikabarkan sedang cuti untuk urusan keluarga.

Di seri V, Garuda bakal dihadang tiga lawan yakni tim sekota JNE BSC Bandung Utama (5/2), NSH GMC GSBC Jakarta (6/2), dan Pelita Jaya Jakarta (8/2). “Teman-teman saat ini sudah di Jakarta bersiap ke Batam Rabu (4/2). Saya sendiri di Sukabumi karena ambil cuti. Di seri Solo saya akan kembali turun,” tutur Wendha saat dihubungi kemarin malam.

Jika dilihat dari head to head, Garuda sebenarnya memiliki kans besar untuk mencuri dua kemenangan di seri Batam. Yakni saat melawan Bandung Utama dan NSH GMC GSBC Jakarta. Namun, jika anak asuh Tjetjep Firmansyah masih menunjukan permainan labil seperti di Surabaya lalu, publik harus bersiap-siap kembali mendapatkan hasil mengecewakan dari Garuda.

Seperti diketahui, di seri IV Surabaya, Garuda secara mengejutkan tumbang dari Satya Wacana. Jika tak segera berbenah, tim kuda hitam selanjutnya yang siap menyengat Wendha Wijaya dkk adalah tim sekota mereka, Bandung Utama. “Perbaikan-perbaikan penting sudah kami bicarakan bersama. Terutama dari sisi defense dan komunikasi,” tutur big man mereka Fadlan Minallah.

Fadlan juga mengatakan Garuda tidak gentar meski harus tampil tanpa sang kapten,Wendha di Batam nanti. “Ada atau tanpa Wendha kami tetap akan berjuang yang terbaik untuk Garuda. Tidak ada alasan untuk gentar,” tuturnya kemarin.

Barisan point guard muda mereka macam Permadi Ario Damar dan Jonathan Elyaday Latuhihin disiapkan untuk mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Wendha. “Mereka juga bisa. Hanya butuh tambahan jam terbang,” tambah Fadlan.

Sampai saat ini, Garuda bercokol di peringkat lima klasemen sementara. Mereka telah bermain 13 kali dengan rekor menang-kalah 6-7 dan mengemas poin 19. Di bawah mereka yakni di posisi enam dan tujuh, menempel ketat dua tim yakni Hangtuah Sumsel IM dan Bandung Utama yang sama “sama mengemas poin 18.

Hangtuah mengemas poin 18 dengan rekor menang kalah 6-6 dari 12 kali tanding. Sementara Bandung Utama mendapatan poin 18 melalui rekor menang-kalah 5-8 hasil dari 13 kali tanding. (irr)