Andre Pimpin Stadium di Batam

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU- Penampilan Stadium Jakarta yang masih angin-anginan membuat manajemen klub mengambil keputusan tegas. Manajemen Stadium memutuskan di seri V Batam IndiHome NBL Indonesia, Merio Ferdiansyah dkk akan di pimpin oleh Andre Yuwadi. Andre untuk sementara waktu mengisi posisi jabatan pelatih yang sebelumnya ada di tangan Tri Adnyanaadi Lokatanaya.

” Kami bukan mengganti,karena memang belum ada penggantinya. Kami hanya mengistirahatkan coach Tri saja,” ucap manajer Stadium Gagan Rachmat Hidayat, kemarin (2/2). ” Untuk sementara ini, kekosongan tersebut diisi oleh Andre,” tambahnya.

Keputusan untuk mengistirahatkan coach Tri tersebut memang berdasarkan evaluasi empat seri yang telah dilakoni oleh Stadium. Sebagai tim kuda hitam dan langganan championship series , performa Stadium masih naik turun.

Saat ini tim asal Jakarta tersebut terbenam di peringkat kesembilan dengan hasil empat kali menang dan sembilan kali kalah dalam tiga belas game. Itu diperburuk bahwa dari sembilan kekalahan tersebut, tiga diantaranya melawan tim yang di atas kertas berada di bawah kekuatan Stadium. Yakni kandas di tangan Pacific Caesar Surabaya (11/12) Bimasakti Nikko Steel Malang (13/12) serta JNE BSC Bandung Utama (25/1).


Meski Andre masih baru resmi bergabung dengan Stadium sejak seri III Malang lalu, namun keputusan untuk menunjuk Andre sebagai pelatih sementara tidak bisa dihindari. Mepetnya waktu dengan jadwal seri V Batam, membuat manajemen Stadium kesulitan untuk mencari pelatih kepala dalam rentang waktu yang singkat.

“Waktunya memang terlalu mepet (untuk mencari pelatih,Red) daripada yang nyari yang belum pasti, maka kami putuskan untuk menyelesaikan seri Batam dahulu. Setelah itu kan jeda agak lama, jadi bisa mencari. Sekarang juga masih melakukan pendekatan dengan beberapa pelatih, cuman belum bisa memastikan siapa,”terang Gagan.
Wijaya Saputra, small forward Stadium  tidak mempermasalahkan pergantian tersebut. Wijin-sapaan akrab Wijaya Saputra yakin dengan kemampuan Andre, meski usianya masih muda.

“Nggak susah nyesuaian apalagi Andre tidak merubah semuanya, cuman koreksi sedikit saja. Kalau anak-anak mau ikutin sistem-nya dan fokus sampai menit-menit terakhir, saya rasa akan bagus Stadium,” tutup Wijin. (mid)