Bella Dan Hanna Bisa Bersaing

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU- Selama babak penyisihan berlangsung, beberapa pemain menunjukkan penampilan luar biasa. Baik pemain dalam negeri ataupun luar negeri. Di kelompok putri dalam negeri, nama Bellaetrix Manuputty, Hanna Ramadini, dan Anggia Shitta Awanda mengemas kemenangan terbanyak.

Ketiganya menang empat kali dalam empat pertandingan. Rekor mereka bersaing dengan nama-nama pemain seperti Sung Ji-hyun, Miyuki Maeda, Reika Kakiiwa, dan Mayu Sekiya.

Sedang di kelompok putra, ada nama Markis Kido, Hendra Setiawan, Simon Santoso, Kevin Sanjaya, dan Berry Angriawan.

Nah, Hanna mengatakan penampilannya tahun ini bersama Mutiara Bandung lebih stabil. Tahun lalu diajang yang sama, pemain berusia 20 tahun tersebut tampil dua kali. Hasilnya sekali menang dan sekali kalah.


“Ada perkembangan yang cukup banyak dari saya. Terutama dari sisi defense. Mungkin karena saya bukan tipe pemain yang nyerang dan suka dengan permainan rally,” kata Hanna kemarin.

Salah satu penampilan terbaik Hanna ditunjukkan kemarin saat bertemu Jaya Raya di grup C. Hanna sebagai tunggal kedua menekuk Busanan Ongbumrungpan dengan straight game 21-14,23-21. Bicara rangking, Hanna lebih inferior. Hanna duduk di posisi 77, semenara Busanan 19.

“Persiapan saya lebih bagus untuk Djarum Superliga ini. Saya diberi kepercayaan untuk menjadi tunggal kedua. Tahun lalu saya cuma tunggal keempat di Mutiara Bandung setelah Teh Hera (Hera Desi,red.), Kak Linda (Linda Wenifanetri,red.) dan Kak April (Aprilia Yuswandari,red.),” aku Hanna.

Sedang Berry memilih merendah dengan empat kemenangan yang diraihnya selama babak penyisihan ini. Berpatner dengan Mohammad Ahsan, Berry mengaku mengambil banyak pelajaran dari juara dunia gnda putra itu.

“Ya, saya berusaha menjawab apa yang dipercayakan pelatih kepada saya. Saya berusaha all out disetiap pertandingan. Lagipula, sejak tahun lalu saya sudah dipasangkan dengan Bang Ahsan di Djarum Superliga. Jadi, sudah terbiasa di lapangan,” sebut Berry. (dra)