Amankan Poin Tunggal

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU- Empat partai semifinal tersaji dalam lanjutan Djarum Superliga Badminton 2015 di GOR Lila Bhuana, Denpasar, hari ini. Di antara semifinalis kelompok putri, hanya Hokuto Bank Jepang yang berasal dari liar empat besar saat drawing. Secara mengejutkan Hokuto menyingkirkan Mutiara Bandung di grup C.

Hokuto akan berebut tiket final melawan sesama tim Jepang, Renesas. Sementara itu, satu semifinal lainnya mempertemukan Jaya Raya Jakarta melawan Djarum Kudus.

Di kategori putra tidak ada kejutan. Tim-tim yang masuk semifinal adalah mereka yang memang memiliki poin teratas saat pengundian. Yakni, Musica Champion Kudus, Jaya Raya Jakarta, Djarum Kudus, dan Tonami Jepang. Musica akan bersua Tonami, sedangkan Jaya Raya melawan Djarum.

Menjelang pertemuan Jaya Raya versus Djarum hari ini, manajer Djarum Fung Permadi kemarin (29/1) mengatakan target tim tak berubah. Yakni menapak ke partai final. Sehingga pertemuan versus Jaya Raya di semifinal bukan jadi alasan kegagalan.


“Kita memaksimalkan semua kekuatan yang kita punya. Kita sudah tahu sama tahu untuk kekuatan dan kelemahannya. Jadi, tinggal kesiapan akhir pemain di lapangan yang akan menentukan,” sebut pria berusia 47 tahun itu.

Menurut Fung, menghadapi Jaya Raya timnya menargetkan kemenangan dari dua” pemain tungal dan satu ganda. Dan tunggal pertama Sung Ji-hyun menjadi kunci langkah Djarum. Ji-hyun diprediksi akan bentrok dengan Ratchanok Intanon sebagai tunggal pertama Jaya Raya.

Menilik rekor pertemuan keduanya, dalam sepuluh kali pertemuan Ji-Hyun menang enam kali. Tapi dalam dua pertemuan terakhir, Ratchanok tampil sebagai pemenang. Yakni perempat final Piala Uber 2014 dan semifinal superseries premier Korea Open.

“Kedua pemain asing, Ratchanok dan Ji-hyun sama-sama punya keluhan main di Bali ini. Pelatih Ratchanok berbicara kepada saya kalau anak asuhnya belum fit. Sedang Ji-hyun mengeluhkan panasnya suhu di dalam GOR pertandingan ini,” ucap Fung.

Optimisme Fung tak lepas dari kekalahan pemain tunggal Jaya Raya kemarin. Meski menang 3-2 atas Mutiara Bandung, namun Ratchanok dan Busanan Ongbumrungpan yang turun sebagai tunggal pertama dan kedua ditekuk tunggal Mutiara.

Ratchanok menyerah dari juniornya sesama pemain Thailand Nichaon Jindapon 21-15,13-21,19-21. Sementara Busanan dibekap Hanna Ramadini 14-21,21-23. Ratchanok dalam tiga kali penampilan bersama Jaya Raya di babak penyisihan kalah dua kali. Statistik Busanan lebih baik. Dari empat kali turun, tiga diantaranya sukses dimenangi.

Untuk gandanya, Fung akan mengubah komposisinya. Shendy Puspa Irawati yang baru sekali tampil mungkin akan dipasangkan dengan Melati Daeva Oktavianti, Jenna Gozali, atau Komala Dewi dan dipasang ganda pertama.

Sementara Vita Marissa/Rosyita Eka Putri Sari kemungkinan akan dipertahankan dan diplot sebagai ganda kedua. “Ji-hyun dan Febe (Maria Febe Kusumastuti,red.) saya harapkan bisa mencuri poin dan satu ganda kita mengamankan langkah kita ke final,” sebut Fung.

Di sisi lain, pelatih tim putri Jaya Raya Joko Riyadi menuturkan performa Ratchanok belum maksimal. Pemain berusia 19 tahun itu mengalami kelelahan karena baru saja pulang dari liga di Tiongkok.

Menghadapi Djarum, Jaya Raya akan all out. Meski berstatus juara bertahan, Joko tak mau anak asuhnya besar kepala dengan mahkota yang diraih dalam dua edisi beruntun Djarum Superliga.

“Hari ini (kemarin,red.) kita juga diprediksi menang 5-0 dari Mutiara. Tapi nyatanya kami malah nyaris kalah. Artinya di lapangan semuanya masih bisa terjadi,” sebut Joko.

Ganda putri Jaya Raya Greysia Poli mengatakan bertemu Djarum, kedua tim sudah sama-sama tahu. Sebab beberapa pemain Djarum sering bertemu dengan Greysia di pelatnas dan juga juniornya. (dra/ca)