Hangtuah Masih Perkasa

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU – Tren positif berhasil dipertahankan Hangtuah Sumsel IM pada Seri IV Surabaya IndiHome National Basketball League (NBL) Indonesia musim 2014-2015. Tak seperti tiga seri pendahulu, di seri ini, Hangtuah masih perkasa dan belum terjamah kekalahan.

Khusus pada laga melawan Bimasakti Nikko Steel Malang di DBL Arena, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (23/1), yang berbuah kemenangan 91-73, performa impresif center  Frida Aris menjadi penyebab utama. Dipercaya bermain selama 19 menit 35 detik, pebasket berusia 29 itu menjawab dengan rekor double-double, hasil dari 14 poin dan 13 rebound.

Mendapat kepercayaan sebagai starter, Frida langsung on fire sejak kuarter pertama. Kendati Bimasakti memberi perlawanan ketat pada kuarter ini, total tujuh poin dikemas Frida pada kuarter ini.

Perlawanan Bimasakti berlanjut di kuarter kedua. Tapi hanya di awal kuarter saja. Sebab, di kuarter kedua ini Hangtuah tampil lebih trengginas. Mereka mengumpulkan 27 poin yang hanya dibalas 14 poin saja oleh Bimasakti.


Andrie ‘Yayan’ Ekayana Satya Santosa yang baru masuk di kuarter kedua, mendulang 6 poin. Perolehan poin yang sama (6 poin) juga dicetak oleh Brandon Billy Z. Punyanan. Kuarter kedua ini Hangtuah unggul atas Bimasakti 48-35.
Hangtuah semakin di atas angin saat memasuki kuarter ketiga. Jarak poin terus naik tanpa terkejar Bimasakti. Hantuah menutup kuarter ketiga dengan keunggulan 26 poin (78-52).

Meskipun Bimasakti berhasil mengikis poin di kuarter keempat. Namun mereka tetap menelan kekalahan di laga ini. Kekalahan ini merupakan yang kedua kalinya bagi mereka selama Seri IV Surabaya. Penampilan gemilang Restu Purnomo dengan 25 poin dan 8 rebound juga tak mampu menyelamatkan timnya.

“Walau menang, ada beberapa evaluasi dari kami. Khususnya yang terjadi pada kuarter keempat. Anak-anak mainnya buruk. egois dan terlalu bernafsu mencetak poin lebih banyak. Hal seperti ini tak boleh terjadi saat melawan Aspac pada laga selanjutnya. Apalagi, kami bertekad mengambil (kemenangan) dari laga itu,” tukas Pelatih Kepala Hangtuah Sumsel IM Tondi Raja Syailendra, seusai pertandingan.

Di atas kertas, peluang Hangtuah menjungkalkan juara bertahan M88 Aspac Jakarta terbilang sulit. Selain faktor sejarah, saat ini Aspac berada di peringkat kedua klasemen dengan catatan 11 kali menang dan dua kali kalah. Sementara Hangtuah, masih tertahan di urutan keenam dengan rekor enam menang, lima kalah.(fay)