Djarum Superliga 2015 -Berat, Peluang Juara Jaya Raya

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU- Meski memiliki pemain bertabur bintang, tapi  Tim beregu putra Jaya Raya Jakarta mengaku cukup berat untuk meraih gelar juara Djarum Superliga 2015. Karena, saingan terberat Musica mendatangkan pemain nomor satu dunia.

“Saya rasa berat ya, untuk bisa jadi juara di beregu putra, apalagi dengan komposisi pemain dari Musica yang mendatangkan pemain peringkat 1 dunia. Tapi namanya pertandingan tim itu, apapun bisa terjadi di lapangan,” ujar Imelda Wiguna, manager tim Jaya Raya Jakarta, kemarin.

Ya, tim beregu putra Jaya Raya  Jakarta pantas dijuluki tim bertabur bintang. Mereka mengandalkan    mengandalkan Tommy Sugiarto, Wei Nan (Hong Kong), Tanongsak Saensomboonsuk (Thailand), Sony Dwi Kuncoro, Hendra Setiawan, Angga Pratama, Markis Kido, Agripinna Prima Rahmanto Putra, M. Rian Ardianto, dan Alfian Eko Prasetyo.

Menurut Imelda, di Djarum Superliga 2014, tim beregu putra Jaya Raya Jakarta harus puas dengan hanya menjadi runner-up setelah dikalahkan Musica Champion Kudus di babak final dengan skor 2-3. Dia berharap agar Tommy Sugiarto cs dapat menyamai prestasi tahun lalu  menjadi runer-up.


“Paling tidak, prestasi tim putra menyamai capaian tahun lalu. Jangan kurang dari itu,” jelas  Imelda.
Sementara tim  beregu putri Jaya Raya Jakarta  bertekad untuk mempertahankan gelar juara Djarum Superliga 2015. Setelah menjadi juara di tahun 2013 dan 2014, Belaetrix cs  berambisi untuk mencetak hattrick.

Di ajang Djarum Superliga 2013, tim beregu putri Jaya Raya Jakarta sukses menjadi kampiun setelah mengalahkan Unisys Jepang di partai puncak. Tak berbeda dengan tahun sebelumnya, di 2014 Jaya Raya Jakarta kembali mengandaskan Unisys Jepang untuk merebut podium utama.

“Kami akan bermain all out untuk mempertahankan gelar juara. Dan peluang kami besar untuk mewujudkannya,” ujar Imelda.
Tahun ini, tim putri Jaya Raya Jakarta akan diperkuat juara dunia termuda asal Thailand, Racthanok Intanon dan rekan senegaranya, Busanan Ongbumrungpan. Selain itu sederet nama pebulutangkis nasional seperti Adriyanti Firdasari, Bellaetrix Manuputty, Greysia Polii, Nitya Krishinda Maheswari, Pia Zebadiah Bernadeth, Rizki Amelia Pradipta, Anggia Shitta Awanda, dan Della Destiara Haris. Mereka semua  dalam keadaan siap tempur untuk mencapai target yang ditetapkan.

“Mendatangkan Ratchanok itu tidak mudah, melalui proses yang lama. Kami ingin mendatangkan pemain terkenal untuk berpartisipasi agar Superliga ini semakin semarak,” papar  Juara Dunia 1980 ganda campuran bersama Christian Hadinata ini. (bam)