CLS Gagal Putus Winning Streak SM

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU-  Satria Muda (SM)Britama Jakarta terus menunjukkan ketangguhannya saat berhasil menghentikan peralawanan  CLS Knights Surabaya dengan skor ketat 66-63 di hari pertama IndiHome NBL Indonesia 2014-2015 seri IV Surabaya di DBL Arena Surabaya, kemarin (21/1).

Kemenangan tersebut  tidak hanya  menjaga rekor clean sheet SM menjadi 11 pertandingan tak  terkalahkan.  Namun rekor 11  kemenangan beruntun di awal musim itu merupakan rekor winning streak awal musim terbaik selama lima musim NBL Indonesia.

Tim asuhan Cokorda Raka Satrya Wibawa tersebut berhasil melewati i catatan winning streak terbaik yang mereka capai pada 2011-2012. Juga rekor Pelita Jaya Energi MP Jakarta pada 2010-2011 dan M88 Aspac Jakarta pada 2012-2013. Semakin krusial karena hasil positif tersebut juga mengunci head-to-head SM atas CLS (2-0) setelah sebelumnya menang di pertemuan perdana di seri I Jakarta, 64-52 (3/12).

“Beruntung saja, ” ujar Wiwin sapaan akrab Cokorda Raka Satrya Wibawa,kemarin (21/1) “Sesuai prediksi,meski menang tapi kami tidak mudah apalagi CLS tampil di rumah. Kuncinya kami bermain tim saja, tidak bergantung kepada satu pemain. Tapi Erick (Erick Christopher Sebayang, Red) masuk di saat yang tepat dan mampu membawa impact ke tim,” ujar Wiwin.


Pada laga kemarin Erick Christopher Sebayang berhasil menjadi top skor SM dengan raihan 17 poindimana 13 poin diantaranya dicetak di kuarter keempat. Terutama 8 poin terakhir krusial bagi SM yang mampu membawa timnya memenangai laga dengan skor 66-63.Sementara di kubu CLS Herman berhasil tampil baik dengan mencetak 20 poin.

Wahyu Widayat Jati, asisten CLS mengatakan bahwa timnya sebenarnya tampil lebih baik dibandingkan seri III lalu, namun masih ada kebiasaan buruk yang terulang. Seperti akurasi tembakan bebas di momen krusial, poin-poin dari under basket serta easy lay-up yang seharusnya bisa dikonversi menjadi poin.

” Selain itu masih belum bisa kontrol game saat sedang leading. Kenapa mesti buru-buru padahal kami sempat unggul” Itu berarti kami masih belum bisa handle pressure ,” ujar Cacing-sapaan akrab Wahyu Widayat Jati.

Namun ada beberapa hal positif seperti a semangat pantang menyerah yang ditunjukkan oleh pemain CLS membuat dirinya bisa menerima kekalahan tersebut.

” Tetap fight sampai akhir itu yang membut saya respek pemain. Saya tidak pernah melihat CLS bermain ngotot seperti tadi,” ujar Cacing.

Pertandingan sendiri berjalan sangat ketat.  Hal itu terbukti bahwa selsih poin ekdua tim tiap kuarter tidak lebih dari satu poin saja.Laga ketat tersebut berlanjut ke kuarter empat.

CLS sebenarnya berada di posisi yang lebih baik saat unggul lima poin, 63-58 saat kuarter empat menyisakan satu menit 21 detik. Namun ledakan 8 poin yang dilakukan oleh Erick mengubah jalannya laga.

Episode kepahlawanannya dimulai lewat tembakan tiga angka yang berhasil memangkas keunggulan hanya 61-63.  Tidak cukup hanya disitu, aksi three-point play mantan pemain Pelita Jaya Energi MP itu berhasil membuat SM berbalik unggul 64-63.  Dua tembakan bebasnya menutup kemenangan SM atas CLS dengan skor 66-63.

“Kami tak bermain terlalu baik. Kami terlambat panas, sementara CLS tune in-nya jauh lebih cepat,” ujar Erick ” Kuncinya ada pada mental. Pada saat kondisi kami tertekan, mental juara kami terlihat,” tandasnya. (mid/rif)