Asa Besar Juara Bertahan

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU- Perhelatan Djarum Superliga 2015 segera dimulai. Kejuaraan beregu internasional paling bergengsi di Indonesia tersebut kemarin (21/1) di Hotel Kempinski merampungkan proses undian grup sektor putra dan putri.

Di kelompok putra, di grup A komposisinya mirip dengan tahun lalu. Juara bertahan Musica Champion Kudus bertemu Djarum Kudus. Mereka akan bersaing dengan Jaya Raya Suryanaga Surabaya, Hitachi Jepang, dan Granular Thailand.

Lalu di grup B, runner up tahun lalu Jaya Raya Jakarta tergabung dengan Tonami Jepang, USM Blibli Semarang, Hi Qua Wima Surabaya, dan Mutiara Bandung.

Sementara di sektor putri, juara bertahan Jaya Raya Jakarta masuk grup C. Bellaetrix Manuputty dkk bersaing lolos dengan Mutiara Bandung, USM Blibli Semarang, Hokotu Jepang, dan Gifu Tricky Panda Panders Jepang.


Lantas grup D, ada Djarum Kudus, Renesas Jepang, Jaya Raya New Star, Granular Thailand, dan Jaya Raya Suryanaga Surabaya.

Nah, bicara kans persaingan tahun ini di Djarum Superliga, bos tim Musica Champion Effendy Widjaja mengatakan peta kekuatan tim peserta tahun ini tetap didominasi empat klub dengan seeding teratas.

Yakni Musica sebagai juara, disusul Jaya Raya, Djarum, dan Tonami. Tanpa meremehkan semifinalis tahun lalu, Wima, Koh Apeng, sapaan Effendy Widjaja, melihat kans juara masih di empat klub itu.

“Djarum yang sebelumnya tak memakai pemain asing, tahun ini memakai Son Wan-ho (putra) dan Sung Ji-hyun (putri). Ini salah satu bukti kalau mereka juga berambis merebut juara. Sebagai juara bertahan, kami hanya ingin bermain sebaik mungkin,” tutur Koh Apeng.

Modal mempertahankan gelar juara cukup terbuka. Yakni dengan mendatangkan salah satu ganda etrbaik dunia asal Korsel Lee Yong-dae. Yong-dae akan punya peran besar menambal komposisi Musica yang tahun lalu diperkuat tunggal terbaik dunia Lee Chong Wei.

“Kita juga menyesal dengan apa yang terjadi dengan Chong Wei. Kami prinsipnya sebenarnya selalu mengundang pemain-pemain lama kami. Karena Chong Wei absen, kami putuskan untuk menggaet Yong-dae yang saya kira punya magnet sepadan dengan Chong Wei,” sebut Koh Apeng.

Koh Apeng sendiri enggan membeber berapa besaran uang yang dikeluarkan untuk mendapatkan tanda tangan Yong-dae. Koh Apeng hanya menjelaskan bukan faktor uang semata yang membuat Yong-dae bersedia main di Djarum Superliga. Namun juga disebabkan kemeriahan penonton, peta persaingan ketat, dan profesionalitas penyelenggara.

Sedang manajer Djarum Kudus Fung Permadi mematok target tinggi buat anak asuhnya. Di kelompok putra, setelah tahun lalu gagal lolos empat ebsar, kali ini Dionysius Hayom Rumbaka dkk mengincar jura. Lantas untuk tim putri, Fung menegaskan minimal harus masuk final.

Sementara itu, Program Manajer Bakti Olahraga Djarum Foundation Budi Darmawan mengatakan dipilihnya Bali sebagai tuan rumah Djarum Superliga adalah bentuk mengakomodir keinginan menggelar tontonan kelas dunia di luar Jawa. Setelah kejauraan dunia tahun ini dan superseries premier Indonesia Open tetap berlangsung di Jakarta. (dra)