Modal kurang meyakinkan

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU- Satu menang dan tiga kekalahan saat menjalani seri III Malang IndiHome NBL Indonesia, menjadi modal Satya Wacana ACA LBC Salatiga menghadapi seri IV Surabaya. Pasalnya, di Seri IV Surabaya, Satya Wacana bakal menghadapi tim-tip papan atas NBL Indonesia, Garuda Kukar Bandung (21/1), M88 Aspac Jakarta (22/1), dan Satria Muda (SM) Britama Jakarta.

Di atas kertas, peluang Satya Wacana mencuri kemenangan sangat kecil. Apalagi, dalam menjalani jadwal neraka tersebut, Satya Wacana tidak didampingi Efri Meldi, head coach tim asal Salatiga tersebut. Coach Meldi tak dapat menemani tim sebab menanti kelahiran anak.

Meski demikian, Herru Yuharso, asisten pelatih Satya Wacana, mengungkapkan bahwa ketidakhadiran Meldi dapat menjadi penyemangat bagi timnya. “Kami akan merubah ketidakhadirannya (Coach Meldi, red) sebagai motivasi. Saya tekankan pada pemain untuk menang sebagai hadiah bagi pelatih atas kelahiran anaknya,” katanya.

Selain Satya Wacana, Stadium Jakarta juga terancam kehilangan anggota timnya, small forward Wijaya Saputra. Wijin, sapaan akrab Wijaya Saputra, mengalami patah hidung saat Stadium berhadapan dengan SM Britama (17/1) pada gelaran Seri III Malang pekan lalu.


Absennya Wijin tak bakal menjadi pukulan telak bagi Stadium yang tengah menanjak performanya dengan raihan 2 kemenangan pada seri III Malang. Padahal Wijin merupakan top skor Stadium saat ini dengan raihan 127 poin dari 9 pertandingan. Sementara musuh yang dihadapi Stadium tak kalah berat, yakni melawan CLS Knight (22/1). Garuda Kukar (23/1) JNE bandung Utama. Di atas kertas, hanya JNE bandung tim yang berada di bawah Stadium.

Selain itu, Stadium akan kehilangan pemain dengan motivasi besar kala menghadapi CLS Knights Surabaya. Ya, Wijin tentu ingin membuktikan kemampuannya pada mantan klubnya tersebut. Pada seri III yang lalu, Andre Ekayana, mantan pemain cls lainnya, berhasil membantu Hangtuah membungkam CLS dengan skor 79-69.

“Saya ingin main di seri IV. masih fifty-fifty (untuk bermain di seri IV Surabaya). Kalau main pun harus pake basketball mask. Hari rabu, saya akan coba berlatih terlebih dahulu. Kalau memungkinkan dan dibutuhkan saya akan bermain, tentu apabila dokter megizinkan,” ujar Wijin. (rif/mid)