Momentum Bangkit sekaligus Balas

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU- Cls Knights Surabaya boleh memiliki rekor superior atas Hangtuah Sumsel IM. Dari 15 pertemuan di NBL Indonesia, CLS Hanya menderita dua kekalahan. Tapi, saat laga berlangsung di Malang seperti di Seri III musim ini, CLS malah memiliki memori buruk.

Pada seri I Malang musim lalu, CLS harus menelan kenyataan pahit. Tampil sebagai tim yang lebih diunggulkan, Dimaz Muharri dkk justru takluk di tangan Hangtuah lewat pertarungan sengit via overtime (OT) dengan skor 61-64.

Hari ini, CLS memiliki kesempatan membalas kekalahan tersebut.    Tim asuhan Kim Dong-won itu memang sangat membutuhkan kemenangan. Kekalahan dari juara bertahan M88 Aspac Jakarta 95-102 di laga perdana seri III (14/1),”membuat Hangtuah menjadi sasaran empuk pelampisan CLS.

Kembali menyandang status unggulan, CLS tidak ingin jumawa. Menurut Asisten Pelatih CLS Wahyu Widayat Jati, kekalahan musim lalu menjadi bukti sahih bahwa Hangtuah tidak boleh dipandang sebelah mata. ” Hangtuah juga berbahaya, mereka juga memiliki banyak shooter yang berbahaya,” ujar Cacing “sapaan akrab Wahyu pada Jawa Pos, kemarin.


Berkaca dari game melawan Aspac, menurutnya defense CLS masih terlalu longgar dan gampang memberikan ruang bagi shooter untuk melepaskan tembakan tiga angka. Hal itu tidak ingin diulangi saat beremu dengan Hangtuah hari ini.

“Selain itu, fokus kami adalah konsistensi defense, terutama di momen-momen kritis. Tapi untuk target, tiap game pastinya kami ingin menang,” tegas Cacing.

Semakin spesial, karena laga tersebut akan menjadi ajang reuni bagi guard Hangtuah Andrie Ekayana. Empat musim membela CLS, Yayan-sapaan akrab Andrie Ekayana, untuk pertama kalinya akan berhadapan dengan mantan klubnya tersebut.

Meski saat ini” bergabung dengan Hangtuah, hal itu tidak mengurangi penampilan pemain berumur 33 tahun tersebut. Saat ini Yayan menjadi top scorer Hangtuah dengan 15,7 poin per game dari tujuh kali bermain.

Menurut Koko Heru S. Nugroho, asisten pelatih Hangtuah, peran Yayan sebagai pemain senior memang berpengaruh. Tetapi dirinya berharap pemain yang lain juga bisa step-up. “Apalagi menurutnya, penyakit tim kuda hitam seperti Hangtuah yang berupa inkonsistensi, masih belum menemui obat penawar.

“Fokus kami masih membenahi inkonsistensi secara umum. Mulai dari free throw, field goal serta defense, game besok (hari ini, Red) memang lebih berat jika dibandingkan melawan Stadium, kuncinya tetap fight,” tegasnya.

Sementara itu, dua aksi slamdunk mewarnai hari kedua seri III Malang.Dua aktor dibalik gemuruh GOR Bimasakti tersebut adalah Ruslan serta Ferdinand Damanik.

Ruslan melakukan two handed dunk saat bertemu JNE BSC Bandung Utama, tepatnya saat kuarter kedua menyisakan 4 menit 5 detik. Sementara itu, Damanik melakuka one handed dunk “pada kuarter pertama 3 menit 38 detik ketika bertemu Satya Wacana. Bagi keduanya, itu adalah dunk kedua mereka di musim reguler, setelah sebelumnya melakukan di seri II Bandung.

Di sisi lain, pada laga lainnya kemarin malam, tuan rumah Bimasakti Nikko Steel Malang tak sanggup membendung Satria Muda Britama Jakarta dan kalah dengan skor telak 45-75.” Vinton Nolland Surawi tampil garang dengan donasi 13 poin dan 8 rebound. (mid/rif)