Jalan Bimasakti Semakin Terjal

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU –  Kekalahan mengawali langkah Bimaskti Nikko Steel malang pada hari pertama Speedy NBL Indonesia seri III Malang.  Kemarin (14/1), Bimasakti harus mengakui keunggulan Garuda Kukar Bandung dengan skor  76-65 di Gor Bimaskati Malang.

Meski takluk namun Yanuar Dwi Priasmoro dkk tidak memiliki waktu banyak untuk meratapi kekalahan tersebut. Hari ini (15/1), Bimasakti telah ditunggu oleh lawan tangguh lainnya yakni Satria Muda (SM) Britama Jakarta.

Di atas kertas, SM memang jauh diunggulkan pada laga tersebut.  Sangat sulit membayangkan SM akan bertekuk lutut di tangan Bimasakti. Apalagi dari 17 kali bertemu selama berkompetisi NBL Indonesia, Christian Ronaldo Sitepu dkk tampil dominan dan tidak pernah sekali pun menelan kekalahan. Hal itu ditambah dengan fakta bahwa SM datang ke Malang dengan status sebagai satu-satunya tim yang tak terkalahkan hingga saat ini.

Meski begitu pelatih Bimasakti Oei Akiat ingin anak asuhnya tampil all out. Saat melawan Garuda banyak pelajaran penting yang dipetiknya sebagai bahan evaluasi. Salah satunya adalah akurasi tembakan bebas anak asuhnya yang buruk. Saat melawan Garuda,akurasi tim kebanggaan kota Malang itu hanya 59 persen (13-22). Kalau saja, semua tembakan bebas pemain Bimasakti masuk, laga akan menuju babak overtime.


” Akurasi free throw kami sangat buruk. Selain itu, sangat mendapatkan momen untuk bangkit, anak “anak terlalu terburu-buru akibatnya terjadi turnover,” ujar coach Akiat.

Namun kembalinya salah satu mesin poin, Yanur membawa pengaruh positif kepada timnya. Pada laga kemarin, MVP NBL Indonesia 2011-2012 itu tampil produktif dengan mencetak 15 poin.

” SM secara materi memang lebih baik, tapi tampil sebagai tuan rumah kami akan memberikan yang terbaik. Hasil hari ini (kemarin,red) sangat sayang, kalau saja akurasi free throw lebih baik, laga bisa imbang,” ujar Yanuar.

Di sisi lain, SM dipastikan tidak akan dipimpin oleh pelatih kepadal Cokorda Raka Satrya Wibawa SM p lantaran sang Istri baru saja melahirkan. Komando akan akan diambil alih oleh asisten pelatih, Youbel Sondakh.

”  Yang jelas tidak ada coach Wiwin terasa beda. Tapi kami lebih fokus pembenahan kekurangan kami pada seri I dan II kemarin. Terutama untuk memangkas turnover kami. Pada intinya kami lebih menguatkan kerjasama antar lini. Bagaimana pun kami kami baru pertama betemu mereka di musim ini,” terang Youbel, asisten pelatih SM.

Sementara itu, pada pertandingan tadi malam, Christ Gideon small forward,Garuda berhasil masuk 1000 points club. Christ yang sebelum laga hanya membutuhkan satu poin, berhasil mencetak lima poin. Pemain asal Malang itu pun menjadi pemain keempat dari Garuda yang berhasil mencetak 1000 poin  setelah sebelumnya Fadlan Minallah, Wendha Wijaya dan Diftha Pratama melakukannya terlebih dahulu.

Pada laga kemarin malam, Diftha tampil paling produktif dengan mencetak 20 poin, disusul oleh submangan 13 poin dari Muhammad Rizal Falconi serta 12 poin dari Fadlan.(mid/rif)