Jaga Gengsi Tuan Rumah

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU- Bimasakti Nikko Steel akan bermain habis-habisan pada laga perdana melawan Garuda Kukar Bandung dalam lanjutan kompetisi NBL Seri III Malang sore ini. Tidak hanya soal gengsi tuan rumah, tapi Bimasakti tidak ingin mengecewakan publik Malang. Ya, meski di atas kertas Yanuar Dwi Priasmoro dan kawan-kawan masih di bawah tim tamu. Mengingat dari tiga pertemuan di musim sebelumnya, Bimasakti hanya menang 1 kali. Tapi bagi Bimasakti, peluang untuk bisa memenangkan di laga perdana sore ini dinilai masih terbuka lebar.

“Tidak ada tim unggulan, semua tim masih punya peluang untuk bisa memenangkan pertandingan besok (hari ini, Red). Jadi kami akan berusaha semaksimal mungkin pada laga perdana besok (hari ini, Red) agar bisa menang,” kata Deny Sartika, salah satu pemain Bimasakti kemarin.

Made Novrihadi juga akan memberikan perlawanan dalam setiap pertandingan di seri III ini. Dia tidak ingin melewatkan kesempatan ini untuk bisa masuk ke zona championship series. “Sedikit peluang akan kami manfaatkan jadi poin,”ujar dia. Sementara itu, Pelatih Bimasakti Oei Akiat menambahkan, timnya juga akan memanfaatkan status Bimasakti sebagai tuan rumah. Hal ini dinilai akan memberikan warna sendiri bagi anak-asuhnya saat bermain di lapangan. “Tentunya dari segi mental tidak ada masalah, karena bermain di rumah sendiri. Apalagi juga ada dukungan ratusan suporter kami di GOR Bimasakti,” ucap pria asal Makassar itu.

Ditambahkan, Akiat juga selalu meminta Yanuar dan kawan-kawan untuk selalu waspada di setiap pertandingan seri III nanti. Karena status tuan rumah bakal menjadi perhatian sendiri bagi tim lawan. “Semua tim pasti pasti akan mengantisipasi kebangkitan kami karena jadi tuan rumah. Makanya harus selalu waspada di setiap pertandingan nanti,” terangnya.


Lebih lanjut, soal konsistensi dan fokus pemain saat berada di lapangan juga menjadi salah satu hal yang harus diperhatikan Bimasakti. Hal ini dilakukan agar semua pemain bisa menerapkan teknik dan strategi saat bermain. “Karena terkadang konsentrasi kurang bagus dan akhirnya semua yang dilakukan saat latihan tidak bisa diterapkan dalam permainan yang sebenarnya. Makanya pemain harus fokus dan konsisten,” tandas mantan pemain Bimasakti itu. (im/ziz)