Aspac Ingin Licinkan Jalan

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU-  Partai big match CLS Knights Surabaya versus M88 Aspac Jakarta akan menjadi sajian utama hari pertama Speedy NBL Indonesia 2014-2015 seri III Malang yang akan dimulai hari ini (14/1) di GOR Bimasakti Malang.

Laga tersebut merupakan partai ulangan final preseason tournament Mangupura Cup 2014 lalu. Saat itu Aspac berhasil menang dengan skor telak 80-66 (13/10) dan berhasil merengkuh titel preseason untuk pertama kalinya.

Jika melihat rekor pertemuan kedua tim. Juara bertahan NBL Indonesia tersebut memang selalu tampil dominan ketika bertemu dengan CLS.  Musim lalu, dalam tiga kali pertemuan di musim reguler, tim asuhan Rastafari Horongbala tersebut selalu menang (3-0).

Raihan positif itu berlanjut saat dua kali bentrok di turnamen pemanasan musim ini.  Terakhir kali CLS merebut kemenangan atas Aspac terjadi pada babak semifinal preseason tourament 2013, saat itu CLS menang 63-60.


Bagi Xaverius Prawiro dkk, kemenangan tentu saja akan menjadi modal yang penting. Apalagi back to-back champion NBL Indonesia tersebut akan melakoni jadwal neraka karena akan bertemu dengan Pelita Jaya (PJ) Energi MP Jakarta (18/1) serta Garuda Kukar Bandung (17/1). Satu-satunya lawan mudah buat mereka adalah Satya Wacana ACA LBC Salatiga (15/1).

Kedua tim sama-sama memiliki tipikal permainan dimana akurasi tembakan shooter menjadi senjata offense utama. Karena itu, seperti biasa  Coach Fari-sapaan akrab Rastafari Horongbala seperti biasa akan menahan agar barisan shooter CLS tidak leluasa melepaskan tembakan tiga angka. Hal itu terbukti berhasil pada pertemuan terakri, dimana persentase tembakan tiga angka CLS hanya menyentuh angka 12 persen saja.  Di sisi lain juga akan memanfaatkan keunggulan big man untuk mengeksploitas paint area CLS.

“Manfaatin big man itu pasti, tapi mereka sekarang sudah ada Dwi (Dwi Haryoko,Red), beda dengan preseason lalu. Beberapa kali Dwi dan Herman ketika bermain bersama juga bahaya,” ujar Coach Fari  ” Febri ( Rachmad Febri Utomo,Red) yang sedang bagus-bagusnya sekarang,” ucapnya.

Selain itu faktor yang tidak boleh diremehkan adalah kehadiran Wahyu Widayat Jati sebagai asisten baru CLS. Adanyan Cacing -sapaan akrab Wahyu Widayat Jati,sedikit banyak akan memberi dampak serta keuntungan bagi CLS.

Menurut coach Fari, dua tahun Cacing ber-jersey  Aspac, tentu saja telah mengenal pola dan juga gaya permainan anak asuhya. Meski begitu dirinya tetap ingin mengambil game tersebut.

” Pastinya tidak ada tim yang ingin kalah dan kami pasti akan memberikan permainan terbaik,” tegasnya.

Di sisi lain, Kim Dong-won, pelatih CLS merendah dan mengatakan bahwa Aspac tim yang sulit untuk dikalahkan. Rekor musim lalu menjadi bukti sahih.

” Tapi  yang penting anak-anak harus fokus buat bsok (hari ini,Red). Untuk hasil, kita lihat saja hasil di lapangan,” ujar Mr.Kim-sapaan akrab Kim Dong-won.

Senada dengan Mr.Kim,Rachmad Febri Utomo mengatakan bahwa yang terpenting bagi timnya saat ini adalah fokus untuk pembenahan di timnya dahulu, khususnya di defense serta rebound. Karena itu, adalah masalah CLS selama ini ketika bertemu dengan Aspac.

” Selain itu jangan sampai kecolongan di fast break saja, soalnya Aspac mainnya juga sama-sama cepat. Selain itu kami harus bisa menjaga konsistensi ketika bermain selama 40 menit,” tandas Febri. (mid/rif)