Drama Tommy Edisi Kedua

Tommy Sugiarto
Tommy Sugiarto

POJOKSATU- Pebulu tangkis Tommy Sugiarto kembali meninggalkan pelatnas PP PBSI. Setelah sempat keluar dari Cipayung pada 2010 lalu, lalu balik kucing 2013, tahun ini Tommy memutuskan berlatih di klubnya PB Pelita Bakrie Jakarta.

Dari surat elektronik PP PBSI kemarin (9/1) menyatakan Tommy mengundurkan diri per Selasa (6/1) lalu. Alasan yang dikemukakan oleh anak kedua dari tiga bersaudara adalah permainannya kurang bisa berkembang.

“Menurut pandangan kami soal permainan Tommy, dengan persaingan di sektor tunggal putra yang semakin ketat, memang diperlukan adanya perubahan dan peningkatan baik teknik maupun strategi. Namun selama ini Tommy belum pernah berlatih dalam pola latihan di bawah asuhan pelatih yang baru,” kata Kabid Binpres PP PBSI Rexy Mainaky.

Gelagat Tommy kurang sreg dengan pelatih tunggal putra pelatnas Hendy Saputra  sudah terlihat sejak pergantian Juni lalu. Sejak Joko Supriyanto keluar dari pelatnas, pemain kelahiran Jakarta itu tak pernah berlatih dengan suksesor Joko itu.
Malah dalam pantauan Jawa Pos, Tommy berlatih dengan Budi Santoso, asisten pelatih tunggal putra. Sempat ditanyakan kepada Tommy ketika itu, anak legenda bulu tangkis Indonesia Icuk Sigiarto itu mengatakan masalah kenyamanan.


Dengan mundurnya Tommy, maka terdapat satu slot tunggal putra pelatnas yang kosong. Berdasarkan daftar pemanggilan atlet 2015 PP PBSI sektor tunggal putra pelatnas diisi oleh delapan orang. Yaitu Tommy, Simon Santoso, Ihsan Maulana Mustofa, Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, Firman Abdul Kholik, Muhammad Bayu Pangisthu dan Riyanto Subagja.

PP PBSI sendiri masih menggodok satu nama sebagai pengganti Tommy di pelatnas. Rexy pun akan meminta masukan dari para pelatih tunggal putra mengenai siapa yang pantas mengisi slot Tommy tersebut.

Sedang Tommy ketika dihubungi kemarin membenarkan kalau dirinya mundur dari pelatnas. Keputusan mundur ini sudah dipikirkan sejak lama. Bahkan sebelum Tommy tersingkir di babak penyisihan superseries finals di Dubai bulan lalu.

“Saya bertanya kepada diri saya pribadi, apakah saya sudah puas dengan kondisi saya? Di 2014, prestasi terbaik saya adalah semifinalis kejuaraan dunia. Tak ada satu gelar yang saya menangi,” ucap pemain berusi 26 tahun tersebut.

Berdasar fakta tak memenangi satu gelar pun tahun lalu, status pelatnas membuat Tommy merasa menemui pressure cukup besar. Akhirnya pilihan mundur dari pelatnas menjadi yang terbaik buat Tommy.

Lantas apakah Tommy akan bersedia dipanggil memperkuat Indonesia jika dibutuhkan? “Saya selalu siap. Termasuk Olimpiade, Piala Sudirman, maupun Piala Thomas. Saya ingin memperbaiki diri di luar pelatnas ini,” ucap Tommy.

Sementara itu, ayah Tommy sekaligus pelatih Tommy di PB Pelita Bakrie Icuk mengatakan mendukung penuh keputusan sang anak. Icuk tak mau campur tangan dengan keputusan Tommy yang cukup berpengaruh buat masa depan karirnya itu. (dra)