Potong Momentum Lawan

Ilustrasi

NBL-Indonesia

POJOKSATU-  Pelita Jaya Energi MP Jakarta terus berbenah jelang Speedy NBL Indonesia 2014-2015,seri III Malang, 14-18 Januari mendatang.  Tim asuhan A.F Rinaldo tersebut melakuan scrimmage game melawan Garuda Kukar Bandung di Hall Senayan, kemarin (7/1). Pada laga tersebut PJ berhasil menekuk Garuda dengan skor tipis, 68-65.

Pada  game tersebut, coach Inal sapaan akrab A.F Rinaldo- menerapakan beberapa strategi sebagai bahan untuk menghadapi lawan-lawannya nanti. Salah satu yang menjadi fokusnya adalah defense.  Tepatnya transisi dari offense ke defense yang terus dipoles.

“Fokusnya pembenahan terutama sektor defense, lebih ke personal sih jangan gampang dilewati lawan. Selain itu, yang terpenting adalah saat sedang posisi menyerang dan gagal poin kita harus bisa memotong momentum lawan yang ingin fast break, itu yang benahi,” ujar coach Inal, kemarin (7/1).


Satu hal yang difokuskan adalah memotong alur bola sehingga lawan tidak bisa dengan cepat melakukan fastbreak.  Sangat penting karena dari tiga game di seri Malang, PJ akan menghadapi satu tim besar yakni M88 Aspac Jakarta (18/1). Belum lagi di seri IV Surabaya, PJ juga akan bertemu dengan CLS Knights Surabaya (24/1). Dua tim yang bermain dengan tempo cepat serta mengandalkan fastbreak sebagai senjata utama.

” Saat menyerang dan kita gagal, big man lawan pasti rebound dan mencari small man untuk serang balik, nah alur bolanya itu yang dihambat,agar tidak langsung menyerang kedepan,” tambah mantan pelatih Garuda Kukar Bandung tersebut.

Itulah yang coba diterapkan pada pertandingan melawan Garuda, kemarin (7/1). Meski berhasil menang, namun strategi yang dijalankan tidak berjalan dengan mulus.Itu terbukti saat Ponsianus Nyoman Indrawan dkk  terus tertinggal pada dua kuarter awal.  Strategi tidak berjalan meski Garuda tidak memainkan dua pemain utama yakni Wendha Wijaya dan Christ Gideon.

” Menurut saya masih kurang, gambaran udah ada tapi masih belum bagus. Kadang berhasil kadang tidak,” ucap Johannis Winar, asisten pelatih PJ. ” Ini kan masih baru, jadi menciptakan habbit seperti itu perlu waktu,” tambahnya.

Meski begitu, dirinya jika nantinya berjalan dengan baik, hal itu akan menjadi benefit tersendiri bagi PJ. Apalagi banyak tim NBL saat ini yang mengadopsi permainan cepat.  Pada laga tersebut Dimas Aryo Dewanto berhsail menjadi top skor dengan mencetak 11 poin. Sedangkan di kubu Garuda Fadlan tampil produktif dengan 19 poin. Rencananya PJ akan kembali melakoni satu  uji coba melawan Hangtuah Sumsel IM, hari ini (8/1). (mid)