Belajar Dari Indonesia

Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU-  Dalam dua hari terakhir, Indonesia kedatangan tamu istimewa.  Presiden BWF ( Badmintoon World Federation) Poul-Erik H”yer Larsen, berkunjung ke tanah air. Kedatangannya merupakan salah satu bentuk dukungan kepada Indonesia untuk mengehelat Asian Games 2018.

Di sela-sela kedatangan tersebut, dirinya Poul Erik mengungkapkan bahwa saat ini Badminton sedang menghadapi  tantangan penting. Menjaga kontinuitas cabor bulutangkis agar tetap dipertandingkan di Olimpiade.

Meski telah mendapatkan garansi akan dipertandingan di Olimpiade 2020 di Tokyo, Jepang, Namun itu tidak menjamin akan berlangsung di olimpade selanjutnya.  Apalagi sebelum Tokyo terpilih menjadi host Olimpiade 2020, sempat ada wacana untuk mencoret cabor tepok bulu tersebut. Sebab bulutangkis dinilai kurang populer, tidak mendunia dan dicap sebagai olahraga kontinen tertentu saja.

Untuk menjaga agar olahraga tepok bulu tetap populer,  Erik mengaku bahwa salah satu program BWF 2015 adalah  dengan melakukan promosi ke negara-negara di seluruh dunia.


“Selain itu salah satu program yang ingin kami capai di tahun 2015 adalah untuk membuat sekolah bulutangkis sebanyak mungkin,disamping juga terus melahirkan pelatih-pelatih handal di seluruh dunia. Itu salah satu program yang ingin kami raih di 2015,” ujar Erik saat jumpa pers Djarum Superliga Badminton 2015.

Agar terus bisa menarik perhatian satu hal yang harus terus dijaga adalah menjaga kualitas pertandingan di level yang tertinggi. Hal tersebut bisa membuat penonton menjadi bagian dari game dan semakin tertarik untuk mengenal bulutangkis.

” Indonesia memiliki atmosfer yang sangat bagus ketika kejuaran badminton berlangsung disini. Para pendukung memiliki passion dan melakukan berbagai cara untuk menunjukkan dukungannya. Saya pikir atmosfer itu yang harus ada di negara lain. Dan kami harus belajar dari Indonesia agar  badminton semakin baik kedepannya,” tambah mantan peraih medali emas Olimpiade  1996 itu.

Indonesia menurut Poul Erik, juga memiliki peran penting  untuk menjaga eksistensi bulutangkis kedepannya. Selain memiliki sejarah panjang,  Indonesia juga akan menjadi tuan rumah dua event akbar yakni kejuaraan bulutangkis akbar World Championship  2015 akan dihelat di Indonesia 10 sampai 16 Agustus, serta Asian Games 2018.  Kesuksesan dua event itu akan membuat  badminton semakin mendapat tempat di mata dunia.

” Jika itu semua berjalan lancar, saya yakin setelah olimpiade 2020, bulutangkis akan semakin diterima diseluruh negara anggota IOC,” tutupnya. (mid)