Rancang Duel Daud di Dalam Negeri

berita terbaru tinju, daud yordan
Daud Yordan
Daud Yordan
Daud Yordan

POJOKSATU- Setelah menjadi juara WBO Asia Pasifik kelas ringan (61,2 kilogram) Daud Yordan langsung menatap laga selanjutnya. Rencana terdekat, Maret dan Juni mendatang Daud akan melakoni mandatory fight sebagai juara Asia Pasifik.

Direktur Mahkota Promotion Wahyu Prasetya kemarin (2/1) mengatakan langkah untuk mengantar ambisi Daud menjadi juara dunia sudah tersusun. Dua kali bertanding level Asia Pasifik, setelah itu baru masuk peta persaingan WBO dunia.

“Harus seperti itu. Jadi Daud harus teruji di level regional dulu baru kemudian menantang petinju yang punya nama besar. Jangan sampai nantinya Daud kaget ketika bertarung dengan lawan yang berat,” kata Wahyu.

Untuk pertarungan Maret mendatang, Wahyu berucap ada empat kota yang kemungkinan menjadi host. Yakni Palembang, Bali, Semarang, dan Makassar. Namun kota terakhir memiliki kans terkecil menggelar laga petinju asal Kayoong Utara Kalbar itu


Jika jadi di Palembang, rencananya pertandingan Daud akan dibarengkan dengan perhelatan final agenda tahunan PP Pertina, yaitu Sabuk Emas. Maksud Wahyu melangsungkan kejuaraan ini berbarengan adalah mendongkrak tinju amatir yang sepi penonton.

Daud sendiri meraih gelar juara WBO Asia Pasifik setelah meraih kemenangan KO ronde kelima atas Ronald Pontillas (Filipina) di GOR Pangsuma Pontianak 20 Desember lalu.

“Yang bisa saya katakan, selama pertarungan Daud ini level Asia Pasifik, saya akan usahakan pertandingan tetap di dalam negeri. Kalau pun bertarung di manca negara, mungkin Makau atau Singapura yang jadi pilihan,” jelas Wahyu

Status Daud sebagai juara WBO memang membuat promotor Raja Sapta Oktohari langsung merancang skenario besar. Tak lagi berkutat di regional Asia pasifik, Okto berambisi menjadikan petinju asal Kayoong Utara Kalbar itu menjadi juara dunia.

Langkah tersebut didukung niatan juara dunia kelas ringan WBO saat ini Terrence Howard yang ingin naik kelas ke welter junior (63,5 kilogram). Kalau mulus empat pertarungan di 2015 mendatang bisa membawa Daud pada pertarungan perebutan gelar juara dunia itu. Tentu dengan target besar menjadi juara dunia kelas ringan WBO.

Okto, sapaan Raja Sapta Oktohari, mengatakan setelah Daud mengalahkan Ronald Pontillas 20 Desember malam di GOR Pangsuma Pontianak, nampak jalan terbentang untuk petinjunya itu. Apalagi pihak WBO juga memberikan arahan kepadanya.

“Langkah pertama sudah terlaksana. Kini rangking Daud ada di posisi ke-15 dunia untuk kelas ringan WBO. Dengan posisinya yang sekarang, dia akan punya nilai tawar yang bagus dengan petinju lain,” sebut Okto.

Pria yang juga ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) tersebut merencanakan Maret dan Juli 2015 sebagai kalender tanding terdekat Daud. Saat itu, Okto sedang menimbang siapa yang akan menjadi dua calon lawan Daud pada Maret dan Juli. Memang santer nama Yuriorkis Gamboa (Panama) atau Petr Petrov (Rusia) menjadi calon lawan Daud berikutnya.

Di sisi lain, penata tanding nasional Syarifudin Lado menuturkan belum menemukan calon lawan yang sebanding untuk Daud. Kalau untuk regional Asia Pasifik, calon yang sebanding diperkirakan berasal dari Jepang atau Thailand. (dra/ady)